AI
Selasa, 26 Mei 2026 19:04 WIB

Biaya AI membengkak, Microsoft batalkan pemakaian Claude Code di karyawan

Microsoft dilaporkan membatalkan sebagian besar lisensi Claude Code internalnya dan mengalihkan insinyur memakai GitHub Copilot CLI.
Microsoft

Microsoft dilaporkan mulai membatalkan sebagian besar lisensi Claude Code yang digunakan secara internal, enam bulan setelah pertama kali membuka akses tersebut kepada ribuan karyawannya.

Langkah ini diambil bukannya tanpa alasan, karena laporan menyebut skala konsumsi AI di perusahaan besar kerap diikuti dengan biaya operasional yang tinggi.  

Mengapa ini penting? 

Microsoft merupakan salah satu investor terbesar Anthropic, pembesut CLaude. Nilainya pun terbilang besar mencapai USD 5 miliar melalui program Foundry. 

Keputusan memangkas penggunaan Claude Code, padahal Microsoft merupakan salah satu investornya, mengindikasikan perusahaan besar pun memilih menyetop pemakaian AI ketika tindakan itu tidak sejalan dengan kondisi finansial perusahaan. 

Sebagai ganti Claude Code, perusahaan tersebut kini mengalihkan para insinyurnya memakai GitHub Copilot CLI, alat pengkodean berbasis AI yang dimiliki Microsoft sendiri. 

Kendati demikian, keputusan ini dipastikan tidak memengaruhi perjanjian bisnis antara Microsoft dengan Anthropic, termasuk komitmen pembesut Claude itu membeli kapasitas Azure dengan nilai mencapai USD 30 miliar. 

Paradoks AI

Sebagai informasi, harga token AI memang saat ini dilaporkan turun. Laporan firma riset Gartner memproyeksikan pada 2030, biaya inferensi untuk model LLM berparameter satu triliun akan turun hampir 90 persen dibanding biaya di tahun 2025.

Namun di sisi lain, konsumsinya naik jauh lebih cepat. Goldman Sachs memproyeksikan adopsi agentic AI dapat mendorong konsumsi token sebesar 24 kali lipat pada 2030, mencapai kuadriliun token per bulan secara global.

Akibatnya, biaya agregat tetap akan naik tajam, meski harga per unit turun. Sebab, model agentic membutuhkan lebih banyak token per tugas ketimbang model AI standar. 

Pax insight

Keputusan Microsoft sebenarnya bisa jadi penanda, kalau AI tidak selamanya memberikan efisiensi bagi operasional perusahaan. Ini bukan tanda kalau pemanfaatan AI gagal, melainkan adopsi AI kini benar-benar akan diperhitungkan dengan matang. 

Terlebih, biaya operasional yang membengkak akibat pemakaian AI juga dihadapai sejumlah perusahana lain, seperti Uber. Menurut CTO Praveen Neppalli Naga, Uber telah menghabiskan seluruh anggaran AI coding tools tahun 2026 hanya dalam waktu empat bulan.