AI
Jumat, 12 Desember 2025 08:02 WIB

Meta garap AI "Avocado", tak lagi open source

Meta sedang mengerjakan model kecerdasan buatan (AI) baru dengan nama kode "Avocado".
Ilustrasi: Pinterest

Bersumber dari Engadget, Meta sedang mengerjakan model kecerdasan buatan (AI) baru dengan nama kode "Avocado," yang mungkin menandai perubahan besar dalam strategi perusahaan. Selama ini dikenal sebagai pendukung utama AI open-source melalui model Llama-nya, Meta kini tampaknya beralih ke pendekatan tertutup (proprietary) untuk proyek terbarunya ini.

"Avocado" diperkirakan rilis pada tahun 2026. Proyek ini dikerjakan oleh tim kecil bernama "TBD" di dalam AI Superintelligence Labs Meta, yang dipimpin oleh Chief AI Officer Alexandr Wang. Wang dikenal lebih menyukai model tertutup daripada terbuka.

CEO Meta Mark Zuckerberg sebelumnya telah memberi isyarat tentang perubahan ini. Meski tahun lalu ia menulis memo panjang berjudul "AI Sumber Terbuka adalah Jalan ke Depan" dan menolak platform tertutup dengan keras, baru-baru ini ia menyatakan bahwa Meta tidak akan "membuka sumber untuk semua yang kami lakukan." Alasan yang sering dikutip adalah masalah keamanan terkait superintelligence.

Pergeseran ini juga didorong oleh masalah dalam pengembangan Llama 4. Model Llama 4 "Behemoth" telah tertunda selama berbulan-bulan, dan ada diskusi internal untuk membatalkan proyek tersebut sepenuhnya karena performa yang kurang mengesankan bagi para pengembang.

Perubahan strategi ini disertai dengan restrukturisasi internal. Yann LeCun, ilmuwan AI veteran Meta yang sangat mendukung open-source, baru-baru ini mengumumkan pengunduran dirinya. Selain itu, Meta juga melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap ratusan karyawan dari unit penelitian AI fundamentalnya (FAIR).

Langkah Meta menuju model tertutup ini mengejutkan banyak pihak mengingat investasi besar dan retorika pro-open source Zuckerberg sebelumnya. Namun, ketakutan tertinggal dari pesaing seperti OpenAI dan Google tampaknya memaksa Zuckerberg untuk pragmatis. Meta berencana menghabiskan USD600 miliar (sekitar Rp9.400 triliun) dalam beberapa tahun ke depan untuk mendanai ambisi AI-nya.

Pax Insight

Perubahan arah Meta dari semangat “open-source” menjadi pengembang model tertutup Avocado menunjukkan bahwa idealisme sering kali kalah oleh persaingan pasar dan rasa takut akan ancaman eksistensial. Zuckerberg menyadari bahwa jika kecerdasan buatan tingkat super benar-benar tercapai, membagikannya secara bebas mungkin bukan strategi yang bijak atau aman. Hal ini menandai berakhirnya era ketika raksasa teknologi berlomba membagikan riset AI tercanggih mereka. Kini kita memasuki fase proteksionisme digital, di mana algoritma terbaik dijaga seketat rahasia negara.