Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) bekerja sama dengan Microsoft Indonesia dan BINAR menyelenggarakan Lokakarya Kepemimpinan Kecerdasan Artifisial bertajuk "Transformasi Tata Kelola Pemerintahan Cerdas". Acara yang dibuka langsung oleh Menko PMK Pratikno menghadirkan pejabat eselon I dan II untuk memperkuat kesiapan aparatur publik menghadapi era AI.
Lokakarya ini bertujuan mempercepat adopsi AI di pemerintahan melalui peningkatan kapasitas digital, literasi AI, dan penerapan praktik tata kelola yang presisi. Peserta mendapat pembekalan tentang data-driven decision making, precision policy, serta teknik penganggaran dan inovasi yang lebih tepat sasaran untuk isu-isu prioritas publik seperti penanggulangan stunting dan transformasi layanan.
Microsoft mendukung inisiatif ini lewat program Microsoft Elevate yang telah melatih lebih dari 1,2 juta peserta di Indonesia. Dharma Simorangkir, Presiden Direktur Microsoft Indonesia, menekankan pentingnya pemahaman AI yang bertanggung jawab agar pemerintahan menjadi lebih adaptif, inklusif, dan berdampak. BINAR memfasilitasi sesi interaktif yang mengeksplorasi studi kasus penggunaan AI untuk pengambilan kebijakan strategis dan kesehatan digital aparatur.
Sesi "AI for Decision-Making: AI-Driven Leadership for Smarter Governance" menunjukkan bagaimana fitur seperti Copilot Chat dapat memperkuat koordinasi, sinkronisasi, dan pengendalian kebijakan publik. Diskusi menekankan bahwa adopsi AI bukan lagi sekadar pilihan teknis, melainkan kebutuhan operasional untuk bekerja lebih cepat, efektif, dan produktif.
Kolaborasi ini merupakan langkah konkret mendukung visi Indonesia Emas 2045 dengan memperkuat kepemimpinan digital dan kapasitas aparatur publik. Pemerintah diharapkan dapat menginternalisasi praktik AI yang bertanggung jawab sehingga kebijakan menjadi lebih tepat sasaran dan layanan publik meningkat kualitasnya.



