AI
Jumat, 13 Maret 2026 16:03 WIB

Jensen Huang : Jika tak ada GeForce, tak akan ada AI saat ini

Dalam sebuah video perayaan 25 tahun GeForce 3, Jensen Huang sebut jika tidak ada GeForce, maka tidak akan ada AI saat ini.
Sumber: Pinterest

Merayakan ulang tahun ke-25 GeForce 3, CEO NVIDIA Jensen Huang melakukan diskusi mendalam bersama tim GeForce. Ia menegaskan bahwa tanpa inovasi pada kartu grafis tersebut, dunia tidak akan mengenal komputasi AI modern seperti yang ada saat ini.

Kenapa ini penting?

Diskusi ini menjembatani celah antara citra NVIDIA sebagai raksasa AI dan akarnya di industri gaming. Jensen berpendapat bahwa pergeseran dari perangkat keras yang kaku ke sistem yang dapat diprogram adalah momen krusial yang mengubah NVIDIA dari sekadar pembuat komponen menjadi "perusahaan komputasi" (computing company).

Apa saja yang ada di video tersebut?

Lahirnya shader yang dapat diprogram : GeForce 3 menandai transisi dari fixed-function accelerators (seperti pada Riva 128) ke arsitektur programmable vertex dan pixel shader. Ini memberikan kebebasan bagi pengembang gim untuk mengekspresikan sisi artistik mereka tanpa batasan kode perangkat keras yang kaku.

Fondasi CUDA : Kemampuan pemrograman pada GPU inilah yang nantinya berevolusi menjadi CUDA. Teknologi paralelisme CUDA adalah kunci utama yang memungkinkan GPU digunakan untuk beban kerja di luar gaming, termasuk pengolahan data masif untuk AI.

Peran Ray Tracing : Jensen menyoroti keberanian NVIDIA mengambil risiko pada Ray Tracing. Karena teknologi ini sangat berat secara komputasi, NVIDIA terpaksa mengembangkan DLSS yang memanfaatkan neural rendering. Inilah bentuk awal kemampuan generatif dalam grafis komputer.

Narsis tingkat tinggi

Melalui video tersebut, Jensen seakan mengatakan bahwa jika tidak ada GeForce, maka AI tidak akan sebesar ini. Soalnya, dia mengatakan bahwa GeForce merupakan dasar teknologi citra grafis, yang kemudian berkembang menjadi teknologi CUDA, yang pada akhirnya berakhir dengan berkembangnya teknologi AI dan teknologi lainnya saat ini.

Pax insight

NVIDIA memandang masa depan gaming bukan lagi sekadar mengandalkan kekuatan mentah perangkat keras (raw compute), melainkan melalui teknologi upscaling berbasis AI yang mampu "menghasilkan" (generate) bingkai gambar secara cerdas.