Disney resmi meneken perjanjian lisensi tiga tahun dengan OpenAI untuk menghadirkan lebih dari 200 karakter iconic ke aplikasi Sora dan ChatGPT. Kesepakatan besar ini membuat pengguna bisa menghasilkan gambar atau video yang melibatkan kostum, properti, kendaraan, hingga lingkungan khas dari berbagai franchise Disney.
Meskipun begitu, penting untuk dicatat, kesepakatan ini tidak mencakup suara maupun kemiripan aktor aslinya. Akses yang diberikan hanya meliputi versi animasi dan ilustrasi dari karakter Marvel, Pixar, dan Star Wars, seperti Black Panther, Captain America, Han Solo, hingga Darth Vader.
Disney juga berencana menayangkan "pilihan terkurasi" dari video buatan pengguna di Disney+, memungkinkan penggemar untuk menciptakan sesuatu dalam format yang lebih mudah diawasi. Pada awal tahun 2026, pengguna Sora dan ChatGPT diharapkan dapat mulai membuat konten dengan karakter tersebut.
Dilansir dari laman Engadget (12/12), Sam Altman, CEO OpenAI, menilai kerja sama ini sebagai langkah untuk meningkatkan cara orang menciptakan dan menikmati konten. Ia menekankan pentingnya inovasi yang tetap mempertimbangkan penggunaan hak kekayaan intelektual secara bertanggung jawab.
Disney tidak hanya akan memiliki lisensi karakter, tetapi juga akan menjadi pelanggan OpenAI dan menggunakan APInya untuk membangun produk dan pengalaman baru. Bahkan, perusahaan akan menginvestasikan US$1 miliar ke OpenAI, dengan opsi untuk menambah kepemilikan di masa depan.
Alih-alih mengambil tindakan hukum yang ketat dengan mengontrol framework penggunaan karakter melalui perjanjian resmi. Disney memastikan fan-created content tetap sesuai dengan brand guidelines sekaligus memanfaatkan hype AI untuk mendongkrak engagement di platform mereka.
Pax Insight
Kolaborasi Disney dan OpenAI ini epic banget buat anak muda pecinta fan-fiction dan creator AI. Ini nunjukin brand besar sudah tidak takut lagi dengan AI. Mereka justru melihat AI sebagai alat baru buat ngebangkitin kreativitas fanbase.



