Perusahaan teknologi asal Tiongkok, DeepSeek, kembali mencuri perhatian dunia lewat dua model AI terbaru bernama DeepSeek V3.2 dan V3.2-Speciale. Keduanya digadang-gadang mampu menyamai bahkan mengungguli performa model flagship seperti GPT-5 dan Google Gemini 3 Pro.
Dilansir dari laman Gizmochina (04/12), menurut DeepSeek, strategi efisiensi dapat menghasilkan kecerdasan tinggi tanpa perlu menggunakan chip kelas atas dalam skala besar. Perusahaan terus menerapkan strategi pelatihan yang lebih optimal.
V3.2 hadir dengan kemampuan penalaran terstruktur secara native, jadi pengguna tidak perlu lagi mengaktifkan mode reasoning khusus. Sementara itu, fokus utama tertuju pada V3.2-Speciale yang disebut mampu menembus standar kecerdasan AI teratas saat ini.
DeepSeek mengklaim bahwa V3.2-Speciale melampaui GPT-5 dalam benchmark internal yang mereka lakukan. Model ini juga dikatakan setara Gemini 3 Pro untuk tugas berbasis penalaran berat. Klaim ini didukung bukti berupa hasil kompetisi IMO dan IOI 2025 yang telah dipublikasikan secara terbuka.
Lompatan performa ini disebut berkat dua inovasi utama: mekanisme sparse-attention untuk efisiensi long-context. Selain itu, ada reinforcement learning yang dilatih dari lebih dari 85.000 tugas bertahap yang kompleks. Semua data ini dihasilkan lewat sistem internal “agentic task synthesis.”
Kini, DeepSeek V3.2 udah dapat diakses melalui website, aplikasi mobile, dan API untuk publik. Namun, V3.2-Speciale hanya tersedia lewat API sementara hingga 15 Desember 2025. Model ini saat ini berjalan khusus sebagai mesin reasoning tanpa dukungan tool calling.
Pax Insight
Persaingan AI kian panas, dan teknologi efisien seperti yang dibawa DeepSeek ini bisa membuka peluang besar buat ekosistem digital di Indonesia. Jika biaya akses ke layanan AI canggih makin rendah, startup lokal bisa lebih leluasa mengembangkan produk-produk inovatif tanpa harus punya modal besar untuk infrastruktur server yang mahal.



