AI
Senin, 16 Maret 2026 18:05 WIB

Induk TikTok temukan celah beli chip NVIDIA di tengah pembatasan ekspor

ByteDance temukan cara tetap bisa membeli chip NVIDIA di tengah pembatasan ekspor.

Induk perusahaan TikTok, Bytedance, dilaporkan telah menemukan celah untuk bisa mengakses chip AI besutan NVIDIA, Blackwell B200. Hal ini dilakukan di tengah ketatnya regulasi pembatasan ekspor oleh pemerintah Amerika Serikat. 

Apa yang terjadi?  

Untuk tetap bisa memanfaatkan chip dari NVIDIA, ByteDance dilaporkan akan bermitra dengan firma Singapura bernama Aolani Cloud. Keduanya dikabarkan akan membangun sistem komputasi yang masif di Malaysia. 

Dengan cara ini, ByteDance disebut masih bisa melakukan riset dan pengembangan AI tingkat tinggi tanpa melanggar hukum. Sebab, aturan AS saat ini masih mengizinkan pembangunan pusat data di negara-negar yang tidak terkena pembatasan. 

Adapun chip B200 merupakan prosesor AI tercanggih yang dilarang masuk ke Tiongkok karena regulasi kontrol ekspor Amerika Serikat. 

Rencana ByteDance

Skema: Aolani Cloud akan membeli komponen dari NVIDIA dan mengoperasikannya secara ekslusif di Malaysia. ByteDance akan menjadi pelanggan utama yang memanfaatkan fasilitas tersebut nantinya. 

Investasi: Meski Aolani mengklaim melayani banyak klien, ByteDance dilaporkan akan menyuntikkan dana sebesar USD 2,5 miliar. 

Posisi NVIDIA: Juru bicara NVIDIA menyatakan aturan ekspor memang mengizinkan cloud dibangun di luar negara yang terkena pembatasan. Namun, perusahaan itu memang menyetuuji syarata KYC (Know Your Customer) dari pemerintah AS. 

Tujuan: ByteDance menyatakan fasilitas baru ini akan digunakan untuk pengembangan AI di luar wilayah Tiongkok. 

Pax insight

Langkah ByteDance ini secara tidak langsung memanfaatkan celah aturan Amerika Serikat terkait pembatasan ekspor. Sekarang tinggal menunggu, apakah nantinya akan NVIDIA akan menyetujui persyaratan KYC untuk kebutuhan ekspor.