Sains
Selasa, 28 April 2026 09:03 WIB

Tiongkok berhasil ciptakan komputer kuantum tercepat, tembus 2 ExaFlops

Peneliti di Tiongkom berhasil ciptakan komputer kuantum tercepat, tembus 2 ExaFlops.

Tiongkok baru saja mengumumkan pengembangan proyek superkomputer domestik terbaru mereka yang diberi nama LineShine. Diperkenalkan pada sebuah konferensi di Pusat Komputasi Super Nasional di Shenzhen, mesin raksasa ini dirancang untuk menghasilkan performa komputasi luar biasa yang menembus angka 2 ExaFlops.  

Saat ini, rekor superkomputer tercepat di dunia masih dipegang oleh sistem El Capitan yang ditenagai komponen AMD dengan puncak komputasi 2,8 Exaflops. Kehadiran LineShine yang akan dibangun secara bertahap ini diproyeksikan bakal menjadi salah satu mesin komputasi terkuat dan tercepat di dunia pada masa mendatang.  

Perkembangan di industri komputer kuantum

Proyek LineShine menjadi pembuktian nyata dari ambisi kemandirian teknologi Tiongkok yang kian agresif. Seluruh komponen perangkat keras dan arsitektur di dalam superkomputer ini diproduksi sepenuhnya di dalam negeri, tanpa ada ketergantungan sedikit pun pada vendor internasional maupun pasokan cip asing.

Selain kemandirian perangkat keras, platform ini juga dirancang untuk menyediakan ekosistem perangkat lunak yang sangat praktis dengan toolchain lengkap. Hal ini sangat penting guna mempercepat berbagai riset krusial berskala besar yang membutuhkan komputasi berkinerja tinggi, mulai dari pemodelan bioinformatika, eksplorasi minyak, hingga pengembangan kecerdasan buatan.

Apa saja detailnya?

Secara teknis, LineShine merupakan proyek yang murni mengandalkan kekuatan unit pemrosesan sentral (CPU) berefisiensi tinggi. Komponen tersebut dipadukan dengan memori bandwidth tinggi serta interkoneksi berkecepatan super, yang pengembangannya akan dibagi menjadi beberapa fase pengujian dan pembangunan industri.

  • Skala Komputasi Masif: Sistem percontohannya akan menggunakan 100 server Huawei Kunpeng. Sementara itu, kompleks industrinya kelak akan menampung 1.580 server blade x86 dengan total lebih dari 101.000 inti (cores) untuk menghasilkan puncak teoretis 10+ Petaflops pada klaster awalnya.
  • Infrastruktur Raksasa: Secara keseluruhan, sistem ini akan menampung 47.000 CPU yang tersebar di 92 kabinet komputasi. Superkomputer ini juga dirancang memiliki kapasitas penyimpanan raksasa hingga 650 PB dengan kemampuan interkoneksi jaringan yang mencapai jutaan porta.  
  • Sistem Pendingin Ekstrem: Mengingat skalanya yang luar biasa, LineShine akan dilengkapi solusi pendingin cair terbesar di dunia. Fasilitas termal ini akan menggunakan infrastruktur perpipaan sekunder sepanjang lebih dari 3,2 kilometer dengan berat bersih mencapai hampir 244 ton.
  • Performa AI yang Superior: Arsitektur Fusion di dalamnya menggunakan akselerator SMT untuk meningkatkan operasi matematika berbagai presisi. Pada uji coba awal pemrosesan model DeepSeek, setiap cipnya mampu menembus 578 token per detik, dan kemampuan keseluruhan sistem ini diklaim bisa bekerja 100 kali lipat lebih cepat.
  • Berkat perpaduan seluruh teknologi tersebut, LineShine dipastikan andal untuk menjalankan berbagai model kecerdasan buatan populer buatan domestik. Mesin ini juga dinilai sangat efisien untuk mendukung simulasi sains presisi tinggi seperti meteorologi, sains material, dan biofarmasi.

Pax insight

Meskipun belum ada jadwal operasional resmi yang diumumkan secara mendetail, berbagai pihak memperkirakan LineShine akan siap beroperasi penuh pada kisaran tahun 2029 hingga 2030. Linimasa ini dinilai sangat sejalan dengan lonjakan kebutuhan pemrosesan data di Tiongkok yang terus meroket tajam.

Jika berhasil direalisasikan sesuai rencana, proyek raksasa ini dipastikan akan mendisrupsi peta persaingan teknologi komputasi global. LineShine tidak hanya akan sekadar memecahkan rekor performa murni, tetapi juga membuktikan bahwa pembatasan teknologi gagal menghentikan kemajuan infrastruktur komputasi kelas atas Tiongkok.