Pencarian tanda-tanda kehidupan di Mars dilaporkan mulai membuahkan hasil. Sebuah eksperimen yang diterbitkan di jurnal Nature mengonfirmasi keberadaan bahan dasar kehidupan yang terjebak di dalam batu pasir kuno Mars selama 3,5 miliar tahun.
Kenapa ini penting?
Penemuan yang dilakukan oleh robot Curiosty NASA ini menandai deteksi pertama N-heterocycles di permukaan Mars. Molekul ini sangat krusial karena merupakan struktur dasar pembentuk DNA dan RNA.
Meski belum menjadi bukti langsung adanya kehidupan (bakteri atau organisme), temuan ini membuktikan Mars purba memiliki semua bahan baku yang diperlukan untuk mendukung kehidupan seperti di Bumi.
Temuan Curiosty di Mars
- Eksperimen kimia unik: Untuk pertama kalinya di luar Bumi, ilmuwan menggunakan zat TMAH (tetramethylammonium hydroxide). Zat ini berfungsi memecah molekul organik besar yang kompleks agar bisa dibaca oleh instrumen robot Curiosity.
- Ketahanan luar biasa: Fakta bahwa molekul-molekul ini bisa bertahan selama miliaran tahun di lingkungan radiasi Mars yang ekstrem memberikan harapan besar bagi misi pencarian fosil mikroba di masa depan.
- Molekul raksasa: Selain bahan baku DNA, ditemukan juga senyawa kompleks seperti naphthalene dan benzothiophene, yang merupakan beberapa senyawa organik terbesar yang pernah ditemukan di Planet Merah.
Pax insight
Data ini nantinya akan digunakan NASA untuk mengoptimalkan satu eksperimen TMAH terakhir pada robot Curiosity. Selain itu, metodologi ini akan menjadi standar bagi Misi Rosalind Franklin ke Mars, dan Dragonfly ke bulan Saturnus, Titan.



