Meskipun media sosial sering dianggap sebagai alat untuk menghubungkan individu, baik dengan orang yang sudah kita kenal atau orang baru, sebuah studi baru dari Oregon State University menunjukkan hasil yang mengecewakan. Penelitian terhadap lebih dari 1.500 orang dewasa di Amerika Serikat ini mengungkapkan bahwa media sosial tidak benar-benar membantu mengatasi rasa kesepian, bahkan justru bisa memperburuknya.
Para peneliti menemukan fakta bahwa hubungan dengan orang yang tidak dikenal secara nyata di dunia luring sering kali menjadi pemicu utama meningkatnya rasa terisolasi. Hal ini menjadi peringatan penting bagi para pengguna internet untuk lebih bijak dalam menyaring koneksi digital mereka agar tidak terjebak dalam lingkaran emosi negatif.
Terjadi di kelompok usia yang lebih senior
Selama ini sebagian besar penelitian mengenai dampak media sosial lebih banyak berfokus pada remaja dan orang dewasa muda. Studi kali ini sangat krusial karena mengambil sampel dari kelompok usia 30 hingga 70 tahun yang merupakan kelompok mayoritas populasi dan memiliki paparan tinggi terhadap dunia digital.
Hasil penelitian ini menantang anggapan bahwa memperluas jaringan pertemanan secara daring dapat memberikan dukungan emosional. Kenyataannya interaksi digital sering kali gagal memberikan kepuasan emosional yang diharapkan sehingga memprioritaskan hubungan tatap muka menjadi jauh lebih penting bagi kesehatan mental seseorang.
Apa saja masalah yang ditemukan?
- Orang Asing sebagai Masalah: Sekitar 35 persen kontak media sosial peserta adalah orang yang belum pernah mereka temui secara luring. Hubungan dengan orang asing ini secara konsisten dikaitkan dengan tingkat kesepian yang lebih tinggi.
- Kontak yang Dikenal: Berinteraksi dengan orang yang sudah dikenal di dunia nyata memang tidak meningkatkan rasa kesepian namun menariknya hal tersebut juga tidak terbukti mengurangi rasa kesepian penggunanya.
- Efek Perbandingan Sosial: Interaksi daring cenderung mendorong orang untuk melakukan idealisasi terhadap kehidupan orang lain. Hal ini memicu perbandingan sosial yang merugikan terutama saat melihat profil orang asing karena tidak ada pengalaman nyata untuk menyeimbangkan kesan yang muncul di layar.
- Batas Emosional: Koneksi daring sering kali tidak memiliki kedalaman emosional yang sama dengan hubungan nyata di dunia fisik sehingga gagal memberikan imbalan emosional yang dibutuhkan untuk melawan rasa sepi.
Pax insight
Para peneliti menyarankan agar pengguna media sosial lebih kritis dalam berinteraksi dengan orang asing meskipun hubungan tersebut terasa dekat secara digital. Membangun dan menjaga hubungan di dunia nyata tetap menjadi kunci utama yang paling efektif dalam mengatasi masalah kesepian dibandingkan dengan menghabiskan waktu di dunia maya.
Keseimbangan antara kehidupan digital dan interaksi fisik harus segera dievaluasi kembali oleh masyarakat modern. Kesadaran untuk lebih fokus pada orang-orang terdekat di sekitar kita akan memberikan dampak yang jauh lebih bermakna bagi kesejahteraan emosional jangka panjang.



