Kebiasaan berselancar di media sosial dalam durasi panjang tanpa arah atau sering disebut sebagai doom scrolling terbukti secara ilmiah memberikan dampak psikologis yang buruk bagi kesehatan mental. Fenomena ini bermula dari niat singkat beberapa menit namun sering kali berakhir berjam-jam dan menyisakan perasaan cemas, stres, hingga memicu depresi bagi para penggunanya.
Dampak yang mengerikan dari penggunaan media sosial
Laporan Kesejahteraan Dunia atau World Happiness Report 2026 yang diterbitkan oleh Lembaga Riset Kesejahteraan di Universitas Oxford menegaskan adanya kaitan yang sangat kuat antara penggunaan media sosial yang berlebihan dengan penurunan tingkat kebahagiaan hidup. Krisis kesehatan mental ini dilaporkan menghantam populasi generasi muda di bawah usia 25 tahun dengan tingkat dampak paling parah dirasakan oleh kelompok remaja perempuan di negara barat.
Apa saja detail penelitannya?
- Batas Aman Penggunaan: Peneliti dari Universitas Oxford Michael Plant menjelaskan bahwa pemanfaatan media sosial dalam batas wajar sebenarnya berdampak positif untuk menjaga hubungan sosial. Tingkat kebahagiaan tertinggi tercatat pada individu yang membatasi penggunaan media sosial di bawah satu jam setiap harinya.
- Korelasi Durasi dan Kebahagiaan: Laporan tersebut menemukan korelasi negatif yang konsisten di mana makin lama durasi waktu yang dihabiskan seseorang untuk bergulir di media sosial makin drastis pula penurunan kesejahteraan mental yang dialaminya.
- Efek Candu Mirip Rokok: Penurunan kebahagiaan remaja di negara seperti Amerika Serikat Kanada Australia dan Inggris terjadi secara signifikan dalam satu dekade terakhir seiring dengan meroketnya popularitas telepon pintar. Di saat angka konsumsi rokok dan alkohol di kalangan remaja menyentuh rekor terendah dalam sejarah algoritma media sosial justru hadir menggantikannya sebagai candu baru yang dirancang khusus untuk mengikat perhatian pengguna selama mungkin.
- Sifat Algoritma Generasi Baru: Riset membuktikan bahwa platform yang berbasis kurasi algoritma visual pasif dan dipenuhi oleh konten pemikat dari pembuat konten influencer memiliki dampak buruk yang jauh lebih tinggi karena memicu pengguna untuk terus membandingkan kehidupan pribadinya dengan orang lain secara tidak sehat.
- Fenomena Jebakan Produk: Penelitian menunjukkan adanya efek psikologis takut tertinggal atau FOMO yang kuat di mana sebagian besar pengguna sebenarnya sadar bahwa mereka akan jauh lebih bahagia jika hidup tanpa media sosial namun mereka tetap kembali menggunakannya karena takut terisolasi dari interaksi komunitas sekitar.
Pax insight
Tanggung jawab utama untuk memutus rantai kecanduan digital ini pada akhirnya berada di tangan masing masing individu karena pihak pemerintah maupun pemilik platform tidak akan mengambil langkah intervensi secara sepihak. Pengguna sangat disarankan untuk mulai mengambil langkah preventif secara sadar seperti memanfaatkan fitur pembatas waktu bawaan pada sistem operasi Android atau iOS meminta bantuan kerabat dekat untuk mengunci sandi aplikasi hingga beralih menggunakan ponsel minimalis tanpa aplikasi hiburan demi mengembalikan fokus dan kualitas kehidupan nyata yang lebih bermakna.



