Sudah 14 tahun semenjak Tim Cook memegang jabatan CEO Apple setelah Steve Jobs melepas jabatannya pada 2011 silam. Selama menjabat sebagai CEO Apple, Cook telah membuktikan dirinya untuk membuat Apple menjadi perusahaan teknologi dengan keuntungan terbesar saat ini.
Tapi, Cook tampaknya ingin menutup kisah dirinya sebagai CEO Apple dalam waktu dekat ini. Soalnya, dalam laporan yang dikutip dari laman Financial Times (17/11), Cook berencana untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Bahkan, dilaporkan bahwa pria berusia 65 tahun tersebut akan melepas jabatannya paling cepat tahun depan.
Dewan direksi Apple kini dilaporkan telah mulai secara serius mematangkan rencana suksesi. Intensifikasi persiapan ini dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk transisi kepemimpinan terbesar Apple dalam lebih dari satu dekade terakhir.
Apple diperkirakan nggak akan mengumumkan penunjukan CEO baru sebelum laporan pendapatan berikutnya, yang jatuh pada akhir Januari 2026. Periode ini mencakup kuartal liburan yang sangat penting bagi penjualan produk Apple. Pengumuman pada awal tahun dinilai ideal karena akan memberikan waktu yang cukup bagi tim kepemimpinan baru untuk beradaptasi dan stabil sebelum acara besar tahunan perusahaan, seperti WWDC (Juni) dan peluncuran iPhone (September).
John Ternus: The Chosen One dari Divisi Hardware Apple
Namun, siapa calon pengganti Cook? Dalam berbagai laporan, ada satu nama yang terus disebut, yakni John Ternus. Pria yang kiri menjabat sebagai Senior Vice President of Hardware Engineering Apple ini disebut-sebut sebagai kandidat terkuat (frontrunner) untuk mengambil alih posisi CEO.
Ternus, yang dikenal karismatik dan disukai, adalah eksekutif termuda di tim kepemimpinan Apple. Ia bertanggung jawab memimpin semua rekayasa hardware, termasuk tim di balik iPhone, iPad, Mac, dan AirPods. Latar belakangnya yang kuat di bidang hardware dipercaya dapat membawa arah baru bagi lini produk utama Apple pasca-Cook.
Rumor mengenai keputusan pengunduran diri Cook muncul nggak lama setelah pensiunnya Jeff Williams, Chief Operating Officer (COO) Apple. Kepergian Williams memicu perombakan tanggung jawab di tingkat eksekutif. Beberapa top executive mendapatkan peran yang diperluas, termasuk Eddy Cue (kepala layanan Services), Craig Federighi (kepala rekayasa software), dan tentu saja, John Ternus. Pergeseran ini menunjukkan bahwa Apple sedang mempersiapkan lapisan kepemimpinan baru untuk masa depan.
Selain John Ternus, ada beberapa nama internal lain yang juga dipertimbangkan. Salah satunya adalah Craig Federighi, SVP of Software Engineering yang dikenal karismatik dan sering menjadi wajah publik Apple dalam presentasi besar. Kemudian ada Greg Joswiak, SVP of Worldwide Marketing. Kehadiran nama-nama kuat internal ini menunjukkan bahwa Tim Cook telah berhasil membangun talent pool kepemimpinan yang solid sebelum ia menyerahkan tongkat estafet.
Apa Yang Telah Dilakukan Tim Cook Selama 14 Tahun di Apple
Selama 14 tahun kepemimpinannya sejak mengambil alih dari Steve Jobs pada 2011, Tim Cook dipandang bertanggung jawab atas keberhasilan Apple beroperasi dalam skala yang jauh lebih besar dari sebelumnya. Ia adalah mastermind yang mengawasi pergeseran besar Apple ke model outsourcing manufaktur secara global.
Strategi ini memungkinkan kapitalisasi pasar Apple meroket dari sekitar USD350 miliar pada 2011 menjadi USD4 triliun saat ini, menandai era paling menguntungkan bagi raksasa teknologi tersebut.
Terlepas dari siapa yang akan menjadi CEO, satu hal yang hampir pasti: pemimpin baru nggak akan datang dari luar Apple. Tim Cook sendiri sebelumnya telah menegaskan bahwa Apple memiliki "preferensi yang kuat" untuk kandidat internal dan bahwa perusahaan telah memiliki "rencana suksesi yang sangat rinci". Hal ini sejalan dengan tradisi Apple yang cenderung mempromosikan eksekutif senior yang sudah memahami budaya dan operasi internal perusahaan secara mendalam.
Pax Insight
Meski telah menunjukkan tajinya dalam membuat Apple menjadi perusahaan dengan nilai valuasi yang sangat mengagumkan, bagi beberapa penggemar teknologi masih belum dapat melihat Cook sebagai "pemimpin terbaik" untuk Apple. Masih banyak yang membandingkan Cook dengan Steve Jobs, yang pernah menyelamatkan perusahaan tersebut dari kemungkinan terburuk beberapa kali.
Di sisi inovasi juga masih banyak orang yang tidak begitu senang dengan pencapaian yang dihasilkan oleh Cook, membandingkan dengan Jobs yang dapat menghadirkan produk-produk mind blowing saat peluncuran. Di sisi lain, banyak juga orang yang menyalahkan hengkangnya Johny Ive dari perusahaan di bawah kepemimpinannya.
Yah, terlepas pandangan penggemar teknologi terhadap Cook, nyatanya dirinya dapat membuat Apple berada di puncak industri membuktikan dirinya merupakan orang yang tepat bagi perusahaan di tengah perkembangan teknologi yang sangat cepat selama lebih dari satu dekade ini.



