Teknologi audio saat ini telah berkembang pesat dengan hadirnya berbagai format audio imersif yang memberikan pengalaman mendengarkan yang lebih mendalam. Dua teknologi yang paling menonjol adalah Spatial Audio dari Apple dan Dolby Atmos. Meskipun keduanya menawarkan pengalaman audio imersif, kedua teknologi ini memiliki perbedaan signifikan yang perlu dipahami, dilansir dari Gearpatrol.
Apa Itu Spatial Audio?
Spatial Audio adalah teknologi suara imersif yang dikembangkan oleh Apple khusus untuk perangkat-perangkatnya. Teknologi ini menggunakan berbagai sensor, terutama akselerometer dan giroskop yang ada di AirPods Pro (generasi pertama dan kedua) atau AirPods Max, untuk melacak pergerakan kepala pendengar.
Cara kerja Spatial Audio adalah dengan menciptakan ruang virtual berdasarkan posisi kepala pendengar dan perangkat yang mereka gunakan. Hasilnya, audio terdengar seperti keluar dari perangkat tersebut. Contohnya, jika kamu menonton film di iPhone menggunakan AirPods Pro dan menoleh ke kanan, suara akan menjadi lebih menonjol di telinga kiri karena lebih dekat dengan aksi di layar.
Untuk menggunakan Spatial Audio, pengguna memerlukan AirPods Pro, AirPods Max, atau Beats Fit Pro, serta mendengarkan dari perangkat Apple yang mendukung teknologi ini. Kebanyakan iPhone, iPad, Mac, atau Apple TV yang dibeli dalam beberapa tahun terakhir sudah mendukung Spatial Audio, hanya perlu memperbarui dengan perangkat lunak terbaru.
Selain perangkat, Spatial Audio juga membutuhkan aplikasi dan layanan tertentu yang mendukungnya. Layanan streaming yang mendukung Spatial Audio mencakup Apple TV+, Disney+, Netflix, Hulu, HBO Max, Peacock, Discovery+, Paramount+, YouTube, dan Amazon Prime Video.
Apa Itu Dolby Atmos?
Dolby Atmos adalah teknologi audio imersif yang menciptakan channel tinggi dan samping virtual. Teknologi ini dirancang untuk memberikan pengalaman mendengarkan seolah-olah suara datang dari segala arah: kiri, kanan, atas, bawah, dan belakang; bukan hanya dari depan.
Dolby Atmos menciptakan efek seolah-olah pendengar berada di dalam film bioskop atau menghadiri konser langsung. Teknologi ini tersedia di berbagai jenis perangkat, mulai dari sistem home theater, soundbar, PC, tablet, konsol game, ponsel pintar, speaker pintar, headphone, hingga TV.
Dolby melisensikan Atmos sebagai paket perangkat lunak ke berbagai pabrikan termasuk Apple, Samsung, dan Sonos. Format ini sangat populer saat ini, dan sebagian besar aplikasi dan layanan streaming memiliki konten yang mendukungnya. Netflix, Disney+, Apple TV+, dan Amazon Prime Video terus menambahkan film dan acara yang mendukung Dolby Atmos setiap hari.
Perbedaan Utama Kedua Teknologi
Perbedaan mendasar antara Spatial Audio dan Dolby Atmos terletak pada cara kerjanya. Dolby Atmos menciptakan lingkungan audio tiga dimensi statis yang membuat pendengar merasa berada di tengah aksi. Sementara itu, Spatial Audio menambahkan lapisan interaktif dengan melacak gerakan kepala pendengar.
Ketika menggunakan Spatial Audio dengan Dolby Atmos, pendengar tidak hanya mendengar suara dari berbagai arah, tetapi juga dapat "bergerak" di dalam ruang audio tersebut. Misalnya, saat mendengarkan musik, jika menoleh ke kiri, vokal dan instrumen akan menjadi lebih atau kurang menonjol tergantung arah kepala.
Cara Menikmati Konten Spatial Audio
Headphone dan earphone nirkabel Apple yang mendukung Spatial Audio menghasilkan pengalaman yang lebih imersif dibanding speaker. Mereka sepenuhnya menutupi telinga dan menggunakan sensor untuk menyesuaikan suara berdasarkan gerakan kepala.
Sebaliknya, speaker yang mendukung Dolby Atmos dan Spatial Audio lebih terbatas karena tidak dapat menyesuaikan suara berdasarkan gerakan pengguna. Cara terbaik menikmati Dolby Atmos melalui speaker adalah menggunakan sistem suara surround yang menempatkan pendengar di tengah dengan beberapa speaker memutar audio di sekitarnya.
Kesimpulan
Spatial Audio dan Dolby Atmos keduanya menawarkan pengalaman audio imersif yang luar biasa, namun dengan pendekatan berbeda. Pilihan antara keduanya tergantung pada perangkat yang kamu gunakan dan preferensi pribadi mengenai cara menikmati konten multimedia.



