Laporan IDC mengungkap, pasar PC (mencakup desktop, notebook, laptop, dan workstation) mengalami pertumbuhan sebesar 9,4 persen dalam setahun. Total vendor laptop mengapalkan 982.000 unit di kuartal pertama 2026.
Kondisi ini disambut baik di tengah naiknya biaya komponen dan ketatnya pasokan komponen. Adapun pertumbuhan ini disebut karena “gercep” nya distributor mengamankan pasokan sebelum melonjaknya harga perangkat.
Apa saja top 5 vendor laptop dan komputer di Indonesia?

Data IDC mengungkap, total laptop dan komputer yang dikapalkan pada kuartal pertama 2026 di Indonesia mencapai 982.000 unit dari berbagai vendor laptop. Laptop apa saja dan siapa market leadernya?
Asus
Asus berhasil mengapalkan 215.262 unit laptop dan komputer, jumlah ini membuat Asus memiliki pangsa pasar 21,9 persen di Indonesia. Market share Asus naik dari posisi sebelumnya yang hanya 17,9 persen.
Lenovo
Lenovo berada di posisi kedua dengan jumlah perangkat komputer dan laptop yang dikirimkan sebesar 209.639 unit. Market share Lenovo 21,4 persen, turun 0,2 persen dari posisi sebelumnya yakni 21,6 persen pada periode yang sama tahun lalu, di mana Lenovo menguasai pasar Indonesia.
HP Inc
HP Inc ada di posisi ketiga dengan 169.492 unit laptop dan komputer yang dikirimkan di Indonesia. Market share HP Inc di Indonesia pada periode ini adalah 17,3 persen, jauh naik dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan market share 11 persen.
Acer Group
Acer Group berada di posisi keempat vendor laptop dan komputer Indonesia dengan total pengapalan sebanyak 134.952 unit dan market share 13,7 persen. Angka ini turun drastis dibandingkan periode yang sama tahun lalu, 180.107 unit dengan market share 20,1 persen.
Axioo
Vendor lokal Axioo berada di posisi kelima dengan pengiriman 68.433 unit laptop dan market share 7 persen. Angka ini naik 0,3 persen dibandingkan pengiriman tahun lalu yang sebesar 60.425 unit.
Merek lain-lain
Total pengiriman laptop merek lain-lain secara gabungan mengirimkan 183.918 unit laptop dan komputer dengan persentase 18,7 persen, turun dibandingkan periode yang sama tahun 2025, yakni 203.661 unit.
Apa alasan pasar PC Indonesia tumbuh di tengah naiknya harga memori?
- Rupanya, kabar akan adanya kenaikan harga perangkat mendorong pengguna dan distributor mempercepat pembelian mereka di kuartal pertama 2026 alih-alih menunda hingga harga komponen stabil.
- Meski begitu, aksi distributor menyetok produk ini juga berisiko membuat bisnis penjualan di sisa 2026 stagnant atau bahkan mengalami penurunan dibanding kuartal pertama.
Senior Market Analyst Devices Research IDC Leonard Adiarto Sudjono mengatakan, Indonesia tetap menjadi pasar strategis bagi para vendor PC, terutama untuk produk dengan harga lebih rendah.
“Namun ke depannya, hambatan makroekonomi dan kelangkaan komponen yang terus berlanjut diperkirakan akan mendorong harga menjadi lebih tinggi dan kemungkinan besar akan memicu penurunan permintaan dalam waktu dekat,” katanya, dikutip dari laman IDC.
Bagaimana selanjutnya?
- Aksi mengamankan stok alias frontloading yang dimulai sejak kuartal keempat 2025 dan terus berlanjut hingga kuartal pertama 2026 ini memperlihatkan upaya para pemain global dan lokal untuk mengamankan pasokan.
- Nantinya di kuartal kedua 2026 penimbunan barang akan berkurang karena meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan antisipasi kenaikan harga produk yang lebih tinggi. IDC memerkirakan volume pengapalan akan turun 12,5 persen.
- Menurut IDC, nantinya paruh kedua 2026 tren jual beli laptop akan jauh lebih negatif, seiring penumpukan stok dan berkurangnya permintaan karena kenaikan harga. Proyeksi IDC, penurunan sepanjang tahun 2026 akan mencapai 22,9 persen.
Bagaimana memperbaiki prospek pasar?
Jika vendor melakukan peluncuran produk baru secara berkelanjutan diperkirakan bisa mempertahankan aktivitas pembelian jangka pendek.
Kehadiran MacBook Neo dari Apple pada Mei lalu bisa mendorong peningkatan permintaan di kuartal kedua 2026, meski begitu, hal ini juga tergantung pada ketersediaan pasokan. Belum lagi harga produk Neo di Indonesia kini naik mencapai Rp 2 jutaan dari saat dirilis.
Pax Insight
Pertumbuhan di kuartal pertama tersebut bisa dibilang pertumbuhan semu karena merupakan hasil pembelian laptop dan komputer untuk menghindari kenaikan harga di waktu yang akan datang.
Berdasarkan proyeksi IDC ini, di sisa 2026 bisnis laptop dan komputer di Indonesia kemungkinan besar justru akan mengalami penurunan. Apalagi, belum lama ini banyak vendor laptop dan komputer yang menaikkan harga produknya terimbas kenaikan harga RAM dan memori global.
Proyeksi IDC bahkan menyebut krisis pasokan tidak akan membaik sebelum akhir 2027 dan ini berakibat pada harga yang diprediksi meningkat hingga 17 persen di 2026. Akibatnya, harga PC kemungkinan tidak akan pernah bisa turun semurah pada 2025.



