WhatsApp memperkenalkan fitur Strict Account Settings. Fitur keamanan ini merupakan sebuah mode perlindungan ekstrem bergaya lockdown untuk melindungi pengguna dari serangan siber tingkat tinggi yang terukur dan canggih.
Kenapa ini penting?
Selama ini, WhatsApp menggunakan eknripsi end-to-end untuk memastikan keamanan pesan yang dikirim atau diterima tak dapat disadap di tengah jalan. Tapi, berbicara emak-emak dan bapak-bapak di Indonesia yang kebanyakan punya sifat kepo dan gampang percaya, perlindungan ini tak cukup.
Mereka sering berada di situasi dimana mereka mendapatkan pesan dari orang yang tak dikenal, mengaku sebagai saudara dan mengirim link yang diaku-aku sebagai undangan pernikahan atau menjadi orang dari pihak perusahaan tertentu yang mengabarkan kita minta mengklik link tertentu untuk mengklaim hadiah. Dan ini sangat berbahaya.
Dan fitur terbaru ini, mereka menawarkan lapisan keamanan tambahan dari hal-hal di atas. Hanya dengan beberapa ketukan, fitur ini akan mengunci akun ke pengaturan paling restriktif untuk meminimalkan celah serangan:
- Automatic Blocking: Memblokir lampiran dan media secara otomatis dari pengirim yang tidak dikenal.
- Call Silencing: Membungkam panggilan dari nomor yang tidak ada dalam daftar kontak.
- Restricted Functionality: Membatasi beberapa fungsi aplikasi lainnya yang berpotensi menjadi pintu masuk celah keamanan (exploit).
Bagaimana cara kerjanya?
Pengguna dapat mengaktifkan fitur ini melalui menu Settings > Privacy > Advanced. Fitur ini akan diluncurkan secara bertahap dalam beberapa minggu ke depan.
Pax insight
Sebenarnya, fitur ini merupakan fitur yang sangat penting untuk mereka umumkan, di tengah para peretas sedang gencar mengincar korban individu. Memang, serangan seperti ini kurang efektif dilakukan di negara maju, namun di negara berkembang fitur ini cukup penting. Penetrasi teknologi yang kurang baik membuat banyak orang tua lebih rentan terkena serangan dan menjadi korban.



