Ubisoft kembali mengumumkan kebijakan pemutusan hubungan kerja dengan memangkas sebanyak 55 karyawan di studio Massive Entertainment dan Ubisoft Stockholm. Langkah efisiensi terbaru ini terungkap melalui laporan dari GamesIndustry.Biz yang menyoroti perampingan struktur organisasi perusahaan.
Kebijakan ini tercatat sebagai pengurangan biaya kedua yang dilakukan Ubisoft dalam bulan ini, setelah penutupan studio Halifax sebelumnya. Manajemen mengatakan bahwa keputusan tersebut tidak disebabkan oleh kinerja tim yang buruk, tetapi karena pemetaan rencana bisnis ke depan, seperti dilaporkan Wccftech (14/01).
Ubisoft berjanji melalui komunikasi internal bahwa kedua studio tersebut tidak akan mengalami perubahan signifikan dalam jangka panjang. Massive Entertainment akan terus mengerjakan proyek besar dari waralaba populer mereka, seperti pembuatan gim The Division 3.
Selain itu, tim di Massive dan Stockholm masih aktif bekerja pada proyek teknologi rahasia yang tidak diumumkan kepada publik. Disebutkan bahwa proyek ini sangat penting untuk memperbaiki Snowdrop Engine, mesin gim yang berfungsi sebagai dasar bagi banyak judul besar yang dibuat oleh Ubisoft.
Sejak awal tahun 2025 yang lalu, tren pengurangan karyawan ini sebenarnya telah berlangsung. Dalam restrukturisasi besar-besaran sebelumnya, perusahaan telah memangkas ratusan pekerja dan menutup studio Leamington.
Memasuki paruh pertama tahun 2026, tercatat 126 pekerja mengalami penurunan efisiensi dalam waktu kurang dari satu bulan. Sebaliknya, Ubisoft kini mengubah pendekatan dengan berkolaborasi dengan Tencent dan mendirikan Vantage Studios untuk mengawasi IP raksasa mereka.
Pax Insight
Berlanjutnya PHK di Ubisoft menunjukkan bahwa industri gim dunia masih berada dalam masa transisi yang menyakitkan untuk mencari model bisnis yang lebih stabil. Sehingga penting bagi talenta muda untuk terus mengasah skill lintas bidang, mulai dari desain, pemrograman, hingga manajemen proyek agar tetap relevan di tengah perubahan industri global.



