Hibura
Senin, 24 November 2025 12:05 WIB

Tim Cook tidak akan mundur jadi CEO Apple, setidaknya sampai pemerintahan Donald Trump berakhir

Mark Gurman dari Bloomberg membantah laporan pengunduran diri Tim Cook pada 2026. Cook diprediksi akan tetap menjabat CEO Apple setidaknya hingga 2028. Di sisi lain, Apple sedang mengalami 'kebocoran' talenta yang signifikan, termasuk tim desain inti iPhone, yang banyak direkrut oleh OpenAI untuk proyek "iPhone Killer".
Tim Cook

Selama beberapa pekan terakhir ini, beberapa media besar dengan santer membicarakan mengenai Tim Cook yang ingin pensiun dari jabatan CEO Apple. Kabarnya, pengunduran diri ini akan terjadi paling cepat tahun depan, hampir dua dekade dirinya menjabat sebagai pengganti Steve Jobs.

Namun setelah beredar cukup lama, baru-baru ini sanggahan atas berita tersebut mencuat. Dari sebuah sumber terpercaya, yakni dari Mark Gurman dari Bloomberg, dia mengatakan bahwa Cook tidak akan mengundurkan diri dalam waktu dekat ini. Kabat tersebut seolah dengan tegas menepis rumor yang beredar saat ini.

Dilansir dari laman Wccftech (24/11), Menurut Gurman, Tim Cook kemungkinan besar akan terus menjabat sebagai CEO Apple setidaknya hingga masa jabatan Presiden AS saat ini berakhir. Artinya, Cook dijadwalkan untuk tetap berada di pucuk pimpinan perusahana teknologi tersebut hingga setidaknya tahun 2028. Pada saat itu, Cook akan berusia 70 tahun. Dan perlu dicatat, Cook sendiri telah melampaui Steve Jobs sebagai CEO Apple dengan masa jabatan terlama.

John Ternus Tetap Kandidat Kuat Pengganti Cook

Meskipun Tim Cook gak akan cabut dalam waktu dekat, perdebatan tentang penggantinya tetap menarik. Sebelumnya, Financial Times menyebut John Ternus, VP Hardware Engineering, sebagai kandidat terfavorit. Menariknya, Gurman juga setuju dengan pandangan ini. Ia percaya bahwa Ternus akan menjadi pilihan yang paling logis untuk menggantikan Tim Cook setelah ia akhirnya memutuskan untuk pergi.

Namun ironisnya, di tengah isu suksesi ini, Apple menghadapi masalah internal yang serius: 'kebocoran' talenta yang terus berlanjut. Kebocoran talenta ini gak hanya terjadi di bidang AI yang sangat kompetitif, tetapi juga di tim desain inti iPhone. Tim desain ini telah kehilangan talenta ke perusahaan io milik Jony Ive, yang baru-baru ini diakuisisi oleh OpenAI dalam upayanya menciptakan perangkat "iPhone Killer" dengan desain tanpa layar dan berukuran saku.

Menariknya, Gurman mengungkapkan data yang cukup mengejutkan: OpenAI telah merekrut sekitar 40 insinyur Apple hanya dalam waktu sekitar satu bulan terakhir. Beberapa nama besar yang direkrut dari Apple termasuk Matt Theobald, seorang ahli desain manufaktur, dan Cyrus Daniel Irani, pemimpin dalam desain human interface. Perekrutan masif ini menggarisbawahi upaya OpenAI untuk dengan cepat membangun kapabilitas hardware mereka, yang didorong oleh akuisisi io.

Masa Depan Hardware AI: OpenAI Niat Bikin Perangkat iPhone Killer

Langkah OpenAI merekrut talenta desain inti dari Apple ini memperjelas ambisi mereka untuk gak hanya mendominasi software AI, tetapi juga memasuki arena hardware. Dengan mengakuisisi io dan merekrut ahli desain iPhone, OpenAI secara serius berencana menciptakan perangkat yang dapat mengubah cara kita berinteraksi dengan AI di luar smartphone tradisional.

Pax Insight

Kepastian bahwa Tim Cook akan tetap memimpin Apple hingga setidaknya 2028 memberikan stabilitas bagi perusahaan di tengah perkembangan produk baru seperti Vision Pro dan dorongan Generative AI. Namun, tantangan yang lebih mendesak bagi Cook adalah mengatasi pindahnya telnta perusahaan, terutama di tim desain inti. Menjaga talenta kunci menjadi krusial agar inovasi hardware Apple gak terganggu oleh pesaing yang agresif seperti OpenAI.