Di tengah dominasi skill digital, ternyata kecerdasan strategis seperti catur tetap punya tempat spesial. Oleh karena itu,Telkomsel melalui Ilmupedia mengadakan kejuaraan catur nasional Chessnation 2025 beberapa waktu lalu, untuk mencari siapa pemain catur terbaik di Indonesia.
Setelah pertandingan yang sengit, kejuaraan ini mencapai puncaknya dalam gelaran babak final secara langsung di Telkomsel Smart Office Jakarta. Mengusung tema "Pintar Itu Beragam", Chessnation yang didukung oleh platform pembelajaran Kuncie ini merupakan bagian dari inisiatif Telkomsel Jaga Cita.
Program ini secara khusus bertujuan untuk mendukung pendidikan non-akademik dan pengembangan talenta catur di Indonesia. Buktinya, kompetisi ini berhasil mencatatkan total lebih dari 1.800 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Vice President SIMPATI Product Marketing Telkomsel, Adhi Putranto, menjelaskan bahwa Chessnation 2025 adalah wujud nyata komitmen Telkomsel dalam mendukung kemampuan anak muda di luar jalur edukasi formal, dengan mendorong kreativitas dan strategi yang dapat mengasah potensi generasi muda secara optimal.
Kompetisi Chessnation 2025 sendiri diselenggarakan dalam tiga tahap yang menyeluruh. Prosesnya dimulai dari babak penyisihan daring melalui platform Ilmupedia, dilanjutkan dengan semifinal daring untuk peserta yang lolos seleksi awal, dan diakhiri dengan final offline yang digelar di Telkomsel Smart Office Jakarta. Kompetisi ini terbuka untuk semua masyarakat Indonesia, dari anak-anak hingga dewasa secara daring.
Babak final mengukuhkan para juara yang membawa pulang hadiah dan pengakuan. Juara 1 diraih oleh Yoseph Theolifus Taher dari Sukabumi, Jawa Barat, yang mendapatkan hadiah Rp5 juta plus sertifikat. Juara 2 adalah Catur Adi Sagita dari Pacitan, Jawa Timur, dengan hadiah Rp3,5 juta plus sertifikat. Sementara itu, Juara 3 diraih oleh Muhammad Alfisyahri dari Medan, Sumatera Utara, yang berhak atas hadiah Rp2 juta plus sertifikat. Selain keempat juara utama, 40 semifinalis juga menerima uang pembinaan dan sertifikat.
Dewi AA Citra, Woman Grand Master Catur Indonesia, mengatakan bahwa kompetisi seperti Chessnation bukan hanya sekadar ajang pertandingan. Lebih dari itu, acara ini menjadi wadah pembinaan berkelanjutan dan membantu mewujudkan impian talenta catur Indonesia. Harapannya, pecatur dari berbagai daerah termotivasi untuk bermain catur dengan bahagia dan meraih mimpinya.
Pandangan positif juga datang dari pemenang pertama. Yoseph Theolifus Taher mengucapkan terima kasih atas kesempatan dan dukungan luar biasa yang diberikan Telkomsel. Ia menambahkan bahwa Chessnation 2025 adalah pengalaman berharga yang mempertemukan dirinya dengan pemain hebat dari seluruh Indonesia. "Dari sini, kami tidak hanya bertanding, tetapi juga belajar, berjejaring, dan termotivasi untuk terus mengasah kemampuan," ungkapnya.
Komitmen Telkomsel dalam mendukung kemampuan anak muda di luar jalur edukasi formal membuktikan bahwa kecerdasan seperti catur layak mendapat ruang dan dukungan yang setara. Seluruh proses pengundian juga dilakukan secara transparan dan disaksikan oleh perwakilan Kementerian Sosial Republik Indonesia, Dinas Sosial, dan Notaris. Untuk informasi lengkap mengenai Chessnation 2025, kamu dapat mengunjungi ilmupedia.co.id/chessnation.



