Sony mengumumkan capaian kinerja yang solid dalam laporan kuartalan Q2 2025, khususnya untuk divisi gaming. Shipment konsol PlayStation 5 (PS5) secara global telah mencapai angka fantastis, yaitu 84,2 juta unit. Angka ini didukung oleh pengiriman konsol sebanyak 3,9 juta unit di kuartal terakhir, sedikit lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun 2024 yang mencatat 3,8 juta unit.
Meskipun angka penjualan PS5 masih tertinggal dari PlayStation 4 jika disamakan periode peluncurannya—disebabkan oleh berbagai faktor — PS5 terus menunjukkan progress yang stabil dan kuat di tengah persaingan industri.
Kabar baik nggak hanya datang dari sisi hardware, tetapi juga dari penjualan software. Total penjualan full game software melonjak signifikan di Q2 2025, mencapai 80,3 juta unit, naik dari 77,7 juta unit di Q2 2024. Peningkatan ini menunjukkan bahwa basis pengguna PS5 semakin aktif mengonsumsi game baru. Kenaikan juga tercatat pada penjualan first-party (game buatan Sony sendiri), yang naik dari 5,3 juta unit di Q2 2024 menjadi 6,3 juta unit di Q2 2025.
Dilnsir dari laman Wccftech (13/11), pPeningkatan penjualan first-party ini sebagian besar didorong oleh peluncuran game baru dari Sucker Punch, yaitu Ghost of Yōtei. Game ini berhasil terjual sebanyak 3,3 juta unit hanya dalam tiga puluh dua hari pertama peluncurannya.
Pencapaian ini membuktikan power dari franchise dan studio internal Sony. Meskipun penjualan Ghost of Yōtei sedikit di belakang pendahulunya, Ghost of Tsushima, hal ini dianggap wajar.
Namun, harus diakui bahwa penjualan Ghost of Yōtei yang sedikit tertinggal dari Ghost of Tsushima dianggap normal karena beberapa faktor kunci. Ghost of Tsushima dirilis di tengah pandemi COVID-19, sebuah periode di mana permintaan akan hiburan di rumah melonjak tajam.
Selain itu, Tsushima dirilis pada saat install base konsol PlayStation 4 jauh lebih besar dibandingkan jumlah shipment PS5 saat ini. Perbedaan basis pengguna ini menjelaskan mengapa capaian Yōtei tetap dianggap sukses besar dalam konteks pasar PS5 saat ini.
Di sisi lain, selain konsol dan game, keterlibatan komunitas PlayStation juga terus tumbuh. Laporan keuangan Q2 2025 juga mengungkapkan bahwa jumlah Monthly Active Users (MAUs) di PlayStation Network mengalami peningkatan yang sehat.
Angka MAU naik dari 116 juta di Q2 2024 menjadi 119 juta pengguna di Q2 2025. Peningkatan ini menunjukkan engagement yang kuat dari komunitas gamer, yang semakin banyak menggunakan layanan online dan ekosistem digital PlayStation.
Capaian di Q2 2025 ini secara keseluruhan menggambarkan kesuksesan ekosistem PlayStation 5. Angka shipment yang terus bertambah, didukung oleh penjualan software yang melonjak—terutama dari game first-party yang hits—dan komunitas online yang aktif, menunjukkan bahwa strategi Sony berjalan efektif. Di tengah kesulitan yang dialami rivalnya, Sony berhasil menciptakan sinergi antara hardware, software, dan jaringan yang kuat, menjamin dominasi pasar konsol di masa mendatang.
Pax Insight
Kontras dengan capaian PS5, rival utama mereka, Microsoft Xbox, dilaporkan sedang mengalami generasi konsol terburuk dalam hal penjualan sejak peluncuran Xbox orisinal. Perbandingan ini menunjukkan dominasi PS5 yang nggak terbantahkan di pasar gaming konsol saat ini.
Di saat platform saingan sedang kesulitan, PS5 justru mampu mempertahankan dan sedikit meningkatkan volume shipment di kuartal yang sama, menegaskan posisinya sebagai market leader di era gaming saat ini.
Untuk pasar Indonesia sendiri, baik PlayStation dan Xbox tidak memiliki dukungan resmi, sehingga sulit untuk menebak dengan pasti seberapa besar penjualan kedua konsol tersebut di Indonesia. Namun jika menilik sejarah, jumlah konsol PlayStation di Indonesia lebih besar, ditambah di marketplace jumlah orang yang menjual perangkat Xbox sangatlah terbatas.



