Hibura
Selasa, 27 Januari 2026 13:28 WIB

Restrukturisasi berlanjut, Ubisoft buka Voluntary Redundancy

Ubisoft gunakan program voluntary redundancy untuk memangkas hingga 200 posisi di kantor pusat Paris demi efisiensi perusahaan.

Ubisoft kembali melanjutkan langkah efisiensi yang signifikan. Kali ini, perusahaan menggunakan program pengunduran diri sukarela (voluntary redundancy) untuk memangkas hingga 200 posisi dari kantor pusatnya di Paris. langkah ini menyasar Ubisoft International, yang selama ini menjadi pusat strategi dan pengawasan struktur Creative Houses yang baru dibentuk.

Kenapa ini penting?
Keputusan Ubisoft memangkas kantor pusatnya punya dampak lebih luas dari sekadar angka PHK.

  • Bagi pekerja industri game global, ini memperlihatkan bahwa bahkan posisi strategis di level pusat pun tidak lagi sepenuhnya aman.
  • Bagi industri game, langkah ini menegaskan bahwa tekanan biaya produksi dan ekspektasi investor kini memaksa studio besar beroperasi lebih ramping.
  • Dan bagi talenta muda yang bermimpi masuk industri game internasional, situasi ini menjadi pengingat bahwa stabilitas karier di industri kreatif kini semakin dinamis.

Apa kata mereka?
Ubisoft menegaskan bahwa rencana ini belum final. Dalam pernyataan resminya, perusahaan menyampaikan:

“Pada tahap ini, ini masih berupa proposal, dan tidak ada keputusan yang akan bersifat final sampai tercapai kesepakatan kolektif dengan perwakilan karyawan serta divalidasi oleh otoritas Prancis.”

Apa dampak & artinya?
Pemangkasan ini menyasar 18% staf Ubisoft International. Prosesnya menggunakan skema hukum Prancis bernama Rupture Conventionnelle Collective (RCC), yaitu mekanisme pemutusan kerja berdasarkan kesepakatan bersama antara perusahaan dan karyawan, dengan negosiasi melibatkan serikat pekerja.

Meskipun disebut "sukarela", banyak karyawan khawatir bahwa tekanan reorganisasi dapat menyebabkan keputusan "sukarela" yang sebenarnya tidak sepenuhnya bebas. Artinya, situasi ini menunjukkan bahwa efisiensi korporasi seringkali berjalan di area abu-abu antara pilihan dan keterpaksaan. 

Pax Insight 
Kasus Ubisoft kembali memperlihatkan realita industri game modern: kreativitas tinggi tidak selalu sejalan dengan stabilitas bisnis. Restrukturisasi mungkin terlihat strategis di atas kertas, tetapi ketika menyentuh manusia di balik layar, dampaknya bisa merembet ke moral tim dan reputasi jangka panjang perusahaan. Kemampuan beradaptasi dengan perubahan organisasi, arah bisnis, dan budaya kerja akan menjadi kunci bertahan di industri yang terus bergerak cepat.