Hibura
Rabu, 29 Oktober 2025 15:05 WIB

Phil Spencer istirahatkan seri Forza Motorsport

CEO Microsoft Gaming Phil Spencer konfirmasi waralaba Forza Motorsport sedang "diistirahatkan".

Kabar mengenai masa depan waralaba simulasi balap Forza Motorsport memang sempat menimbulkan kekhawatiran besar di kalangan penggemar. Hal ini dipicu oleh PHK yang menyerang Turn 10 Studios, developer inti Forza Motorsport, yang kehilangan lebih dari 70 anggota tim. Mantan karyawan bahkan mengklaim bahwa Turn 10 kini telah dialihkan perannya menjadi studio pendukung untuk Forza Horizon, seri spin-off yang jauh lebih populer.

Menjawab kegelisahan para penggemar, CEO Microsoft Gaming, Phil Spencer, akhirnya buka suara dalam wawancara di Tokyo Game Show 2025 dengan majalah Famitsu. Ia dengan tegas membantah berakhirnya waralaba Halo. Namun, responsnya terhadap IP balap tersebut lebih bernuansa, mengisyaratkan bahwa waralaba itu saat ini sedang "diistirahatkan" (resting), meskipun belum tamat.

Fleksibilitas Studio dan Tekanan Pengembangan

"Kami terkadang perlu mengalihkan fokus kami ke game yang dirilis lebih cepat. Kami memahami reaksi banyak orang ketika kami mengurangi skala Turn 10 Studios," ujar Spencer. Ia menambahkan bahwa Xbox memiliki banyak game yang ingin mereka dukung dengan hati-hati.

Terkadang, mereka memberikan tim developer waktu lebih banyak untuk menghindari tekanan selama pengembangan. Menurutnya, struktur Xbox Game Studios saat ini — yang menaungi lebih dari 20 studio — memungkinkan fleksibilitas semacam ini.

Intinya, Forza Motorsport tidak dibatalkan, tetapi diberi waktu lebih untuk perombakan internal atau re-strategizing. Spencer menutup dengan optimisme, "Xbox Game Studios saat ini sedang mengembangkan banyak judul, jadi harap nantikan di masa depan."

Pax Insight

Fakta bahwa Microsoft harus memberikan waktu lebih banyak pada Turn 10 Studios sebenarnya memiliki latar belakang yang rumit. Studio ini sudah pernah diberi waktu ekstra untuk seri balap sebelumnya, dimana tujuh game Forza Motorsport pertama selalu dirilis tanpa gagal setiap dua tahun antara 2005 hingga 2017. Namun, seri terakhir membutuhkan waktu pengembangan enam tahun dan tetap dinilai underwhelming oleh sebagian besar penggemar lama.

Kondisi ini semakin diperburuk oleh popularitas sister waralaba-nya. Forza Horizon, yang merupakan game balap arcade open-world, jauh lebih sukses secara komersial dan kritik, dan dijadwalkan kembali tahun depan dengan latar belakang Jepang yang sangat dinantikan. Hal ini memperkuat spekulasi bahwa sumber daya mungkin memang dialihkan untuk proyek yang lebih pasti mendatangkan keuntungan.

Apakah Forza Motorsport akan kembali ke performa terbaiknya setelah "istirahat" panjang ini? Hanya waktu dan keputusan strategis Microsoft yang akan menjawabnya.