Setelah mencetak rekor MURI lewat livestream TikTok 11 jam tanpa henti di jalur mudik, Indosat Ooredoo Hutchison membuktikan ketangguhan jaringannya selama periode Lebaran 2026. Perusahaan mencatat lonjakan trafik data sebesar 20% secara year-on-year (YoY), dengan kualitas layanan yang justru meningkat, yang ditandai dengan penurunan downtime sebesar 20%.
Kenapa ini pentigng?
Keberhasilan menangani lonjakan trafik ekstrem tanpa kendala berarti adalah ujian nyata bagi visi Indosat bertransformasi menjadi AI-TechCo. Penggunaan kecerdasan buatan dalam manajemen jaringan bukan lagi sekadar jargon, melainkan sistem operasional yang mampu mendeteksi dan mencegah kemacetan data sebelum pelanggan menyadarinya.
Apa saja detailnya?
Titik Puncak Lonjakan & Perilaku Pengguna
- Rute Tersibuk: Lonjakan trafik tertinggi berasal dari pergerakan pelanggan dari Jakarta menuju Jawa Tengah dengan peningkatan lebih dari 37% dan Jawa Barat dengan peningkatan lebih dari 22%.
- Aplikasi Terpopuler: Aplikasi yang paling banyak menyedot data selama mudik adalah YouTube, TikTok, dan WhatsApp, yang mencerminkan tingginya konsumsi streaming video dan pesan instan.
Implementasi Jaringan Berbasis AI
- Optimasi Proaktif: Sistem AI Indosat mampu mengidentifikasi potensi kepadatan trafik 60% lebih cepat, memungkinkan sistem melakukan penyesuaian kapasitas secara otomatis secara real-time.
- Sinergi 4G & 5G: Jaringan 4G bertindak sebagai tulang punggung yang stabil, sementara 5G diaktifkan untuk menyerap lonjakan trafik di titik-titik sangat kritis seperti di rest area atau stasiun.
Kesiapan Infrastruktur & Pemantauan
- Indosat mengamankan 77 jalur mudik (sepanjang ~8.121 km) dan 797 Point of Interest (POI) strategis dengan persiapan matang:
- Peningkatan kapasitas di >7.000 site dan pembangunan >1.600 site baru sejak April 2025.
- Pengerahan >75 Mobile BTS (MBTS) di jalur mudik.
- Pengawasan 24/7 oleh >2.500 engineer yang tersebar di 46 kantor cabang dan 16 posko siaga.
Pax insight
Periode Lebaran 2026 menjadi portofolio sukses bagi Indosat. Mereka membuktikan bahwa investasi infrastruktur fisik (total 55.000 site aktif) yang dikombinasikan dengan kecerdasan analitik AI mampu menjamin pelanggan tetap terhubung tanpa gangguan di momen paling krusial.



