Hibura
Selasa, 30 September 2025 09:12 WIB

EA diakuisisi perusahaan asal Arab, tak lagi jadi perusahaan publik

Raksasa game Electronic Arts (EA) setuju diakuisisi senilai Rp917,43 triliun, pilih jadi perusahaan tertutup.

Siapa yang nggak kenal Electronic Arts (EA), publisher di balik waralaba ikonik seperti FIFA, The Sims, dan Battlefield? Setelah 35 tahun hadir sebagai perusahaan yang diperdagangkan secara publik, raksasa video game ini mengumumkan telah menyetujui akuisisi fantastis senilai USD55 miliar atau sekitar Rp917,43 triliun. Kesepakatan ini akan menjadikan perusahaan tersebut menjadi perusahaan tertutup.

Konsorsium yang akan mengambil alih EA termasuk Saudi Arabia Public Investment Fund (PIF), Silver Lake, dan Affinity Partners. Akuisisi besar-besaran ini menandai berakhirnya masa 35 tahun EA sebagai perusahaan yang diperdagangkan secara publik.

Nilai akuisisi sebesar ini menjadikannya leveraged buyout terbesar yang pernah ada, menurut Bloomberg. CEO EA, Andrew Wilson, menyatakan bahwa momen ini adalah pengakuan yang kuat atas kerja luar biasa tim mereka.

"Tim kami yang kreatif dan penuh semangat di EA telah memberikan pengalaman luar biasa bagi ratusan juta penggemar, membangun beberapa IP paling ikonik di dunia, dan menciptakan nilai signifikan bagi bisnis kami," ujar Wilson, seperti dikutip dari laman Engadget (30/9).

EA tidak kebal terhadap gejolak yang sedang terjadi di industri game. Tahun lalu, perusahaan melakukan PHK terhadap lebih dari 650 karyawan sebagai upaya "merampingkan" bisnisnya. Situasi ini berlanjut tahun ini, di mana EA telah membatalkan gim Black Panther yang akan datang dan menutup studio di baliknya. Bahkan, franchise Need For Speed dikabarkan telah "disimpan" (shelved).

Meskipun dijual, EA memastikan Andrew Wilson akan terus menjabat sebagai CEO, dan kantor pusatnya di Redwood City, California, tidak akan berubah. Silver Lake, salah satu investor utama, menyatakan bahwa kelompok tersebut berencana untuk "berinvestasi besar-besaran" dalam perusahaan video game ini. Tujuannya adalah membantu EA "memperluas jangkauannya di seluruh dunia".

Silver Lake juga merupakan bagian dari kesepakatan yang akan memisahkan versi AS dari TikTok menjadi perusahaan baru yang dimiliki oleh Amerika. Hal ini menunjukkan keterlibatan strategis para investor baru ini di sektor teknologi AS.

Perusahaan memperkirakan kesepakatan ini akan ditutup pada kuartal pertama tahun 2027. Penutupan deal ini masih membutuhkan persetujuan regulasi. Setelah 35 tahun, era baru bagi EA sebagai entitas privat pun akan segera dimulai.