Laporan terbaru menyebut kalau PlayStation 5 milik Sony tengah menghadapi perlambatan penjualan yang signifikan. Dugaan sementara hal ini terjadi karena harga konsol PS5 diketahui terus naik.
Fenomena ini unik karena biasanya harga konsol menurun seiring bertambahnya usia produk. Namun, PS5 harganya terus naik, bahkan jauh lebih mahal dibandingkan saat peluncuran perdananya di 2020.
Apa yang terjadi?
Kenaikan harga PS5 paling baru terjadi pada Maret 2026. Kenaikan harga konsol game terbaru Sony itu mencapai hampir USD 100 atau sekitar Rp 1,6 juta.
Kondisi ini pun berpengaruh pada daya beli konsumen. Daya menunjukkan konsumen mulai enggan membeli konsol tersebut, yang berdampak pada penurunan volume penjualan tahunan sebesar 46 persen pada kuartal terkini yang berakhir di 31 Maret 2026.
Faktor Penjualan PS5 melambat
- Biaya produksi membengkak: CEO Sony, Hiroki Totoki, menyebutkan kenaikan biaya chip memori dan komponen sebagai biang keladi kenaikan harga PS5. Hal ini yang akhirnya disebut jadi penyebab menurunnya penjualan konsol tersebut.
- Strategi: Meski penjualan melambat, Sony menyatakan tidak ada rencana untuk menaikkan harga lagi dalam waktu dekat. Perusahaan memilih mempertahankan struktur harga saat ini.
- Visi masa depan: Di sisi lain, Sony tetap optimistis laba akan tumbuh 30 persen pada tahun fiskal mendatang, didorong dengan peluncuran game Grand Theft Auto (GTA) VI.
- Perlambatan penjualan: Sony dilaporkan hanya menjual 1,5 juta unit PS5 selama kuartal yang berakhir pada 31 Maret 2026, turun dari periode yang sama di tahun lalu yang mencapai 2,8 juta unit.
Pax insight
Sony saat ini harus diakui tengah berada dalam posisi sulit, karena kondisi memaksa mereka menaikkan harga PS5. Padahal, dengan usianya yang sudah mencapai hampir lima tahun, harga PS5 biasanya sudah mulai turun. Hal ini juga membuat PS5 tak lagi jadi sekadar konsol game, melainkan barang mewah untuk kebutuhan hiburan.



