CD Projekt RED (CDPR) dikabarkan tengah menggarap dua proyek raksasa sekaligus. Yang pertama, mereka memiliki fokus utama yakni mengembangkan The Witcher 4, yang diprediksi dapat rampung pada 2027 mendatang. Sedangkan yang kedua, mereka disebut sudah mulai merencanakan pengembangan seri baru dari waralaba Cyberpunk.
Proyek yang dikenal dengan kode Project Orion atau Cyberpunk 2 ini diproyeksikan menjadi penutup dekade yang monumental bagi perusahaan. Berdasarkan analisis terbaru, sekuel ini tidak hanya akan membawa peningkatan kualitas visual secara drastis, tetapi juga menjadi pertaruhan finansial terbesar yang pernah dilakukan oleh studio tersebut.
Firma analisis asal Polandia, Noble Securities, memberikan proyeksi bahwa Cyberpunk 2 kemungkinan besar baru akan dirilis pada kuartal keempat tahun 2030. Jendela peluncuran ini dianggap sangat puitis karena bertepatan dengan perayaan sepuluh tahun sejak peluncuran perdana Cyberpunk 2077 yang fenomenal.
Dilansir dari laman Wccftech (30/12), analis Mateusz Chrzanowski menyebutkan bahwa jadwal ini memberikan ruang yang cukup bagi CDPR untuk merampungkan The Witcher 4 terlebih dahulu sebelum memindahkan seluruh sumber daya utama mereka ke Night City. Bagi para penggemar, jeda waktu satu dekade ini dipandang sebagai periode yang masuk akal guna memastikan kualitas gim yang lebih matang saat peluncuran.
Salah satu poin paling mengejutkan dalam laporan investor tersebut adalah estimasi biaya produksi yang mencapai 1,5 miliar PLN atau setara dengan USD 419 juta (sekitar Rp6,5 triliun). Anggaran yang sangat besar ini didorong oleh keinginan kuat CD Projekt RED untuk mengintegrasikan mode multiplayer ke dalam sekuel tersebut.
Kehadiran fitur multiplayer ini menjadi alasan utama mengapa waktu produksi menjadi lebih panjang dibandingkan pengembangan The Witcher 4. Integrasi ini diharapkan dapat memberikan nilai tambah bagi pemain untuk tetap bertahan di ekosistem gim dalam jangka waktu yang lebih lama, meskipun detail mengenai mekanisme permainannya masih dirahasiakan.
Bagi para pemain PC, pengumuman proyeksi tahun 2030 ini memberikan waktu yang sangat luas untuk mempersiapkan spesifikasi perangkat keras. Mengingat tren harga RAM dan kartu grafis yang cenderung fluktuatif di tahun 2025 dan 2026, pengguna memiliki kesempatan untuk menabung dan melakukan pembaruan sistem secara bertahap.
Project Orion dipastikan akan menggunakan teknologi terbaru, kemungkinan besar berbasis Unreal Engine 5 yang sangat menuntut performa tinggi. Melakukan upgrade PC untuk menyambut The Witcher 4 pada 2027 mungkin bisa menjadi langkah awal, namun kebutuhan untuk Cyberpunk 2 di tahun 2030 diprediksi akan jauh lebih masif lagi.
Pertanyaan besar yang masih menyelimuti komunitas adalah bagaimana cara CDPR menyeimbangkan kampanye single-player yang kaya narasi dengan fitur multiplayer yang dijanjikan. Banyak pihak berspekulasi apakah mode multipemain ini akan berdiri sendiri atau terintegrasi langsung ke dalam eksplorasi open-world Night City.
Tantangan teknis untuk sinkronisasi dunia yang begitu detail dalam lingkungan daring merupakan tugas berat bagi tim pengembang. Namun, dengan anggaran yang hampir menyentuh setengah miliar dolar, ekspektasi publik terhadap inovasi gameplay yang akan dibawa oleh Project Orion pun semakin membumbung tinggi.
Jika peta jalan ini terealisasi sesuai prediksi, CD Projekt RED akan menutup dekade 2020-an dengan narasi kebangkitan yang luar biasa. Dimulai dari perbaikan citra pasca-peluncuran 2020, diikuti oleh kesuksesan The Witcher 4 di pertengahan dekade, dan diakhiri dengan peluncuran megah sekuel Cyberpunk di tahun 2030.
Keberhasilan strategi ini akan mengukuhkan posisi mereka sebagai pengembang yang mampu mengelola waralaba besar dengan standar kualitas tertinggi. Dunia kini hanya bisa menunggu dan melihat apakah Project Orion benar-benar akan menjadi mahakarya yang mendefinisikan standar gim di era 2030-an mendatang.
Pax Insight
Jarak rilis sepuluh tahun ini memberikan kesempatan bagi CD Projekt RED untuk melakukan penebusan dosa atas masalah teknis yang sempat menghantui peluncuran Cyber[unk 2077 pada 2020 silam. Meskipun Cyberpunk 2077 akhirnya berhasil meraih kepercayaan kembali lewat pembaruan besar dan ekspansi Phantom Liberty, perusahaan tentu tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama.
Fokus pengerjaan yang lebih tenang dan terukur pada Project Orion diharapkan dapat menghasilkan produk yang langsung sempurna sejak hari pertama. Proses pengembangan yang lebih lama ini menjadi indikasi bahwa CDPR kini lebih memprioritaskan stabilitas sistem dibandingkan tuntutan waktu pasar.



