Ancaman serikat pekerja akhirnya jadi kenyataan. Sekitar 1.200 karyawan Ubisoft di Prancis dan Milan melakukan aksi mogok kerja selama tiga hari (10–12 Februari) sebagai bentuk protes keras terhadap kebijakan manajemen perusahaan.
Kenapa ini penting: Aksi ini mencerminkan puncak kemarahan karyawan atas serangkaian keputusan yang dianggap “brutal” di awal 2026. Ubisoft tidak hanya melakukan PHK massal untuk memangkas biaya, tetapi juga memaksa karyawan kembali bekerja di kantor penuh waktu (5 hari seminggu), menghapus fleksibilitas kerja jarak jauh yang sebelumnya berlaku, sebagaimana dilansir dari Engadget.
Tuntutan utama:
Serikat pekerja mendesak manajemen untuk memenuhi dua hal:
•Kenaikan gaji 10% bagi seluruh staf.
• Penerapan sistem kerja 4 hari seminggu.
Konteks krisis:
Ubisoft memang sedang berada dalam kondisi sulit:
• Kegagalan produk: Bulan lalu, perusahaan membatalkan enam game, termasuk remake Prince of Persia: The Sands of Time, serta menutup beberapa studio.
• Tekanan internal: Suasana makin panas setelah laporan bahwa seorang karyawan dipecat hanya karena menolak kebijakan wajib ke kantor.
Pernyataan resmi: “Kami memahami bahwa perubahan ini menimbulkan perasaan yang kuat,” tulis Ubisoft dalam pernyataannya. Perusahaan berjanji tetap menjaga dialog terbuka dan mengadakan sesi informasi dengan tim.
Pax insight
Ubisoft kini menghadapi perang di dua front: kesulitan merilis game sukses tepat waktu, dan pemberontakan dari tenaga kerjanya sendiri. Aksi mogok ini menunjukkan bahwa sambutan hangat dari komunitas gamer saja tidak cukup menyelamatkan perusahaan jika strategi bisnis dan kebijakan internal tidak sejalan dengan kesejahteraan karyawan



