Gawai
Selasa, 12 Mei 2026 17:03 WIB

Satelit Nusantara Lima bukti kedaulatan digital Indonesia

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan kalau satelit Nusantara Lima memperkuat kedaulatan digital Indonesia.
Menkomdigi Meutya Hafid

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid baru saja menghadiri peresmian pengoperasian Satelit Nusantara Lima.  

Satelit ini merupakan infrastruktur strategis karya anak bangsa yang diklaim sebagai satelit dengan kapasitas terbesar di Asia, bertujuan untuk memperkuat kedaulatan digital Indonesia di ruang antariksa.

Kenapa ini penting? 

Dengan kapasitas mencapai 160 Gbps serta menjadi yang terbesar di Asia, satelit ini diposisikan sebagai game changer bagi konektivitas nasional. 

Fokus utamanya adalah pemerataan akses internet hingga ke wilayah terluar (Sabang sampai Merauke, Rote hingga Miangas) guna memastikan tidak ada daerah yang tertinggal dalam transformasi digital, sesuai dengan visi pemerataan ekonomi Presiden Prabowo.

"Ini adalah catatan sejarah bagi Indonesia. Dengan Satelit Nusantara Lima, menunjukkan presensi Indonesia, tetapi juga di kawasan," tutur Menkomdigi Meutya Hafid. 

Peran satelit Nusantara Lima

  • Tak sekadar konektivitas: Meutya juga menegaskan, konektivitas bukan sekadar soal sinyal, melainkan harus berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi rakyat.
  • Infrastruktur strategis: Menurut Menkomdigi, satelit Nusantara Lima akan menjadi infrastruktur strategis yang mendukung sekaligus mengamankan agenda transformasi digital nasional. 
  • Kehadiran Indonesia: Operasional satelit ini tak hanya soal teknis, melainkan pernyataan kehadiran Indonesia di panggung internasional dan ruang antariksa. 

Pax insight

Ke depan, menurut Menkomdigi, pemerintah akan terus memperkuat kolaborasi dengan industri untuk membangun ekosistem digital yang maju, aman dan berdaulat. Terlebih, satelit ini juga menunjukkan kemandirian Indonesia di bidang teknologi.