Biaya produksi cip memori yang terus melonjak memberikan dampak finansial yang signifikan bagi produsen cip Android kelas atas seperti Qualcomm dan MediaTek. Namun di sisi lain, raksasa teknologi Apple telah berhasil menekan biaya produksi dan memaksimalkan keuntungan lewat strategi daur ulang cip atau chip binning sejak mereka memperkenalkan lini iPad generasi pertama pada tahun 2010.
Ponsel Android tak bisa saingi ponsel Apple
Dengan perkiraan harga System on Chip fabrikasi 2nm yang diproyeksikan menembus USD300 atau sekitar Rp5.313.900 pada tahun ini, pabrikan seperti Qualcomm dan MediaTek berpotensi kehilangan kesempatan berhemat hingga jutaan dolar AS. Jika mereka tidak mulai mengadopsi taktik pemanfaatan ulang cip yang kurang sempurna margin keuntungan mereka di tengah krisis cip memori saat ini akan semakin tergerus.
Apa saja detailnya?
- Praktik Daur Ulang Apple: Apple memasang cip A18 Pro dengan CPU 6 inti dan GPU 5 inti pada perangkat MacBook Neo. Komponen tersebut sebenarnya adalah cip yang tidak lolos standar kualitas tertinggi untuk iPhone 16 Pro yang membutuhkan spesifikasi penuh CPU 6 inti dan GPU 6 inti.
- Sejarah Panjang: Praktik cerdas ini bermula sejak era iPad pertama dan iPhone 4 di mana unit cip A4 yang dinilai terlalu boros daya dialihkan penggunaannya ke perangkat Apple TV yang selalu terhubung dengan sumber listrik dinding.
- Pendekatan Qualcomm Saat Ini: Sejauh ini satu satunya langkah serupa dari Qualcomm terlihat pada Snapdragon 8 Elite yang memiliki varian lebih rendah dengan CPU 7 inti dari yang seharusnya 8 inti.
- Strategi Bertahan: Menghadapi harga Snapdragon 8 Elite Gen 6 Pro yang diprediksi melampaui $300 atau sekitar Rp5.313.900 Qualcomm menyiasatinya dengan tetap memproduksi cip generasi sebelumnya yakni Snapdragon 8 Elite Gen 5 agar produsen ponsel dapat menekan beban biaya perakitan.
- Rencana Masa Depan: Ada kemungkinan besar bahwa varian standar Snapdragon 8 Elite Gen 6 yang dilengkapi GPU dan memori tembolok lebih rendah akan menjadi awal mula praktik pemilahan cip Qualcomm secara massal sementara pihak MediaTek belum menunjukkan rencana pemangkasan biaya serupa.
Pax insight
Pabrikan cip Android tampaknya harus segera mempertimbangkan pergeseran strategi manufaktur mereka. Mengadopsi metode pemilahan cip ala Apple tidak hanya menjadi solusi jitu untuk menyiasati lonjakan ongkos komponen tetapi juga menjadi langkah penting untuk menjaga stabilitas harga jual perangkat pintar kelas premium di pasaran.



