Oppo dan OnePlus baru saja merilis pengumuman bersama yang mengejutkan industri, yakni OnePlus resmi menghentikan peluncuran seluruh perangkat baru di wilayah Eropa dan Amerika Utara.
Keputusan ini sekaligus mengakhiri spekulasi berbulan-bulan mengenai masa depan OnePlus setelah beberapa tahun terakhir bergerak sangat pasif, mulai dari pembatalan ponsel lipat OnePlus Open 2, hingga dominasi lini flagship Oppo yang kian agresif.
Oppo mengonfirmasi keputusan ini diambil untuk melebur semua kemampuan, teknologi, dan filosofi produk OnePlus langsung ke dalam lini utama Oppo. Terlebih, co-founder OnePlus, Pete Lau, kini telah kembali ke Oppo menjabat sebagai Chief Product Officer.
Keputusan mengejutkan dari OnePlus
Mundurnya OnePlus dari pasar Eropa dan Amerika Utara tidak dimungkiri merupakan momen yang mengejutkan industri smartphone. Sebab, OnePlus dikenal sebagai salah satu brand penantang dominasi Samsung dan Apple di Amerika Utara dan Eropa.
Di sisi lain, peleburan ini memang tidak mengejutkan karena kedua perusahaan memang sudah lama berbagi rantai pasokan hardware, software dan pabrikan.
Kendati demikian, dari sisi bisnis, langkah ini dinilai tidak cukup biasa, mengingat popularitas OnePlus yang sebenarnya jauh lebih kuat di Amerika Serikat dan Eropa dibandingkan Oppo.
Strategi Oppo selanjutnya
Setelah OnePlus dinyatakan mundur dari pasar Amerika Utara dan Eropa, Oppo sendiri sudah menyiapkan strategi selanjutnya:
- Eropa tetap pasar kunci: CEO Oppo Eropa, Elvis Zhou, menegaskan Eropa tetap menjadi pasar utama mereka. Oppo bahkan baru saja meluncurkan kembali toko online resminya di Inggris dengan lini produk yang lebih luas.
- Fokus Flagship: Oppo akan memperkuat tim internal mereka di Eropa untuk mendorong penjualan lini flagship utama mereka, seperti seri Oppo Find X9 Ultra.
- Tak ada ekspansi mendadak di Amerika Serikat: Meskipun OnePlus mundur dari Amerika Utara, Oppo menegaskan mereka tidak akan melakukan penetrasi pasar secara agresif ke wilayah Amerika Serikat dalam waktu dekat.
Bagaimana nasib para pengguna HP OnePlus?
Meski dipastikan tak lagi hadir untuk pasar Amerika Serikat dan Eropa, Oppo menyatakan pengguna perangkat OnePlus tetap dijamin mendapatkan dukungan dan layanan pelanggan:
- Layanan purna jual dijamin aman: Seluruh hak pengguna, klaim garansi, dan pusat servis yang sudah ada masih tetap berjalan normal.
- Update software tetap berjalan: Pembaruan keamanan dan OS tetap diberikan sesuai lini masa dari komitmen awal.
- OxygenOS disuntik mati: Nantinya, Oppo akan mengganti OxygensOS dengan ColorOS. Transisi untuk pasar global dipastikan akan digulirkan bersamaan dengan pembaruan Android 17 untuk semua perangkat OnePlus yang memenuhi syarat.
Bagaimana nasib pasar lainnya?
Sementara bagi konsumen di wilayah lain, seperti India, OnePlus mengonfirmasi kalau operasional akan berjalan normal seperti biasa. Rencana peluncuran produk baru di wilayah tersebut masih tetap ada, termasuk kehadiran produk baru OnePlus N6x.
Hal ini sekaligus menjawab laporan terbaru dari Blomberg yang menyebut kalau operasional OnePlus di India akan dihentikan total pada 2027, menyisakan pasar Tiongkok jadi satu-satunya wilayah dengan merek OnePlus yang berdiri secara independen.
Pax insight
Keputusan mematikan OnePlus di pasar Barat bisa dikatakan masuk akal. Sebab, strategi memelihara dua brand dengan DNA serupa kemungkinan dirasa sudah tidak lagi efisien secara bisnis.
Terlebih, OxygenOS yang membuat OnePlus dicintai konsumen Barat dipaksa melebur jadi ColorOS membuat identitas brand tersebut secara tidak langsung ikut memudar.
Langkah ini disebut jadi upaya Oppo untuk memperkuat kehadiran brand mereka di lebih banyak pasar lewat seri Reno dan Find X. Karenanya, menarik menunggu langkah Oppo selanjutnya, terutama di pasar Amerika Serikat, mengingat brand OnePlus besar di sana.



