Gawai
Selasa, 28 April 2026 14:00 WIB

Meluncur 4 Mei, Steam Contrloller dijual 1,7 juta-an

Steam akhirnya resmi umumkan kehadiran Steam Controller, dijual mulai 4 Mei dengan harga Rp1,7 juta-an.

Valve akhirnya menetapkan tanggal rilis resmi untuk perangkat keras terbaru mereka, yakni Steam Controller. Pengontrol permainan yang sangat dinantikan ini dijadwalkan meluncur ke pasaran secara global pada hari Senin, 4 Mei 2026, dengan harga jual dipatok pada angka USD99 atau sekitar Rp1,7 juta-an di wilayah Amerika Serikat.

Perangkat ini dirancang khusus untuk terhubung dan berkomunikasi secara mulus dengan semua peranti yang menjalankan platform Steam atau aplikasi Steam Link. Hal ini mencakup dukungan kompatibilitas yang sangat luas, mulai dari perangkat PC, komputer Mac, berbagai peranti seluler, hingga konsol genggam populer Steam Deck.

Kontroler yang kompetibel di semua gim Steam

Kehadiran pengontrol ini menggarisbawahi strategi Valve untuk terus memperkuat cengkeraman ekosistem eksklusif mereka di ranah gaming PC. Perangkat ini didesain secara tertutup hanya untuk beroperasi di dalam ruang lingkup aplikasi Steam, sehingga permainan dari peluncur pihak ketiga seperti Overwatch, Valorant, atau Fortnite wajib ditambahkan secara manual ke perpustakaan Steam terlebih dahulu sebelum bisa dimainkan dengan pengontrol ini.

Meskipun terkesan membatasi kebebasan akses di luar ekosistemnya, strategi ini tetap memberikan kepastian kualitas bagi para pengguna setia platform tersebut. Dengan titik harga yang kompetitif, pemain PC kini mendapatkan akses terhadap periferal premium yang dioptimalkan secara sempurna untuk menjembatani kesenjangan antara permainan berbasis kibor dan pengalaman konsol ruang keluarga.

Apa saja detailnya?

Berdasarkan impresi awal, Steam Controller terbukti sebagai sebuah gamepad yang sangat solid, ergonomis, dan reaktif, menawarkan nilai fitur yang sangat sepadan dengan harganya. Desain visual dan tata letaknya sangat menyerupai antarmuka kontrol pada Steam Deck, lengkap dengan kehadiran dua trackpad yang diletakkan tepat di bawah sepasang tuas analog TMR dan susunan tombol aksi standar.

Dalam hal konektivitas dan manajemen daya, Valve melakukan inovasi dengan menyertakan sebuah modul keping pengisi daya (puck) berdesain ringkas. Keping penghubung ini dirancang agar dapat menempel presisi pada bagian bawah gamepad untuk memfasilitasi koneksi sistem sekaligus pengisian ulang baterai.

Sayangnya, kabar baik ini dibayangi oleh ketidakpastian nasib dua lini perangkat keras raksasa Valve lainnya, yaitu konsol Steam Machine dan peranti realitas virtual Steam Frame VR. Padahal, pada pengumuman awal, ketiga jajaran produk keras ini dijanjikan untuk debut secara serentak pada "awal tahun 2026".

Memasuki bulan kelima tahun ini, Valve terpaksa merevisi target awal mereka akibat berbagai kendala yang tidak disebutkan secara rinci. Pihak perusahaan kini telah menghapus kata "awal", dan sekadar menyatakan harapan bahwa kedua sisa perangkat yang masih tertunda tersebut akan bisa dikirimkan kepada konsumen pada suatu waktu di tahun "2026".

Pax insight

Steam Controller generasi terbaru ini dipastikan akan menjadi investasi periferal yang sangat menggiurkan bagi para pengguna PC yang rutinitas gaming-nya berpusat sepenuhnya pada perpustakaan Steam. Perpaduan antara desain ergonomis, spesifikasi yang mumpuni, dan harga peluncuran yang masuk akal menjadikannya pilihan perangkat kontrol yang sangat kuat di kelasnya.

Namun, euforia peluncuran pengontrol ini tetap tidak bisa sepenuhnya menutupi rasa frustrasi di kalangan penggemar yang terus menunggu kepastian rilis Steam Machine dan Steam Frame VR. Kegagalan perusahaan untuk mematuhi target rilis serentak dari peta jalan awal mereka membuktikan masih adanya tantangan besar dalam rantai operasional dan produksi perangkat keras internal Valve.