Bodi ponsel yang sangat tipis ternyata bukan jaminan laris manis. Petinggi Samsung mengonfirmasi bahwa penjualan Galaxy S25 Edge, yang merupakan pesaing iPhone Air lesu. Sementara itu, nasib penerus ponsel lipat tiga Galaxy TriFold juga masih belum jelas.
Kenapa ini penting?
Tren pasar rupanya berbicara lain. Won-Joon Choi, COO Samsung Mobile Experience, menyadari bahwa konsumen memiliki prioritas berbeda. Banyak yang ternyata lebih mementingkan daya tahan baterai dan kenyamanan konsumsi media ketimbang bodi yang terlampau tipis atau inovasi lipat tiga seharga USD2.900 atau sekitar Rp45 juta yang menguras kantong.
Nyatanya, Galaxy S25 Edge penjualannya diakui lebih rendah dibandingkan lini lainnya. Penyebab utamanya adalah kapasitas baterai yang kecil sehingga daya tahannya kurang optimal. Samsung belum memutuskan apakah akan merilis Galaxy S26 Edge.
Di sisi lain, Galaxy TriFold sendiri meski ludes terjual di situs resminya dan dianggap sebagai "keajaiban teknik" untuk menciptakan kategori baru, Samsung masih ragu dan belum memutuskan apakah mereka akan mengembangkan generasi keduanya.
Alih-alih trifold baru, Choi mengisyaratkan bahwa Samsung bersiap merilis desain Galaxy Fold yang lebih lebar (bergaya paspor). Rasio layar yang lebih lebar ini dinilai akan jauh lebih memanjakan pengguna yang memprioritaskan konsumsi media, seperti menonton Netflix atau YouTube.
Pax insight
Jika Anda sedang berencana upgrade ponsel dan tidak sedang menunggu ponsel lipat tipe baru, lini Galaxy S26 (terutama S26 Ultra dengan fitur Privacy Display-nya) adalah pilihan yang jauh lebih aman saat ini. Namun, jika Anda menyukai layar besar untuk hiburan, menunggu Galaxy Fold versi lebar di akhir tahun bisa menjadi langkah yang tepat.



