Harga memori DDR5 di tingkat ritel global, khususnya untuk merek Corsair, terpantau anjlok sekitar USD100 atau sekitar Rp1.550.000 per kit. Penurunan drastis ini diduga kuat sebagai efek kejut dari pengumuman algoritma kompresi TurboQuant milik Google yang berpotensi memangkas rakusnya kebutuhan memori pada beban kerja AI.
Turun setelah naik dengan drastis
Di tengah krisis pasokan memori yang mencekik industri PC rakitan belakangan ini, ini adalah angin segar yang sangat tidak terduga. Algoritma Google diklaim mampu mengurangi kebutuhan memori AI hingga 6 kali lipat. Sentimen ini langsung memicu kepanikan pasar saham yang menghapus ratusan miliar dolar dari nilai kapitalisasi pemasok DRAM raksasa seperti Micron, dan kemungkinan besar memicu aksi jual stok (inventory sell-off) yang berimbas pada turunnya harga di tingkat konsumen.
Kenapa menurun?
Pantauan Diskon Agresif Corsair
- Varian 32GB (6400 MHz): Modul VENGEANCE DDR5 kelas atas ini kini turun ke angka Rp5.889.000 ($379.99), sebuah diskon masif dari harga puncaknya di kisaran Rp7.595.000 ($490) pada minggu lalu.
- Varian 16GB (5200 MHz): Ikut turun menyentuh Rp3.409.000 ($219.99), menjauh dari rekor harga tertingginya di Rp4.030.000 ($260).
- Varian 32GB (6000 MHz): Tersedia di kisaran harga Rp5.734.000 ($369.99).
Dinamika Pasar Saat Ini
Tren pemotongan harga yang ekstrem ini saat ini paling dominan terlihat pada katalog produk Corsair di pengecer besar AS seperti Amazon dan Newegg. Vendor memori lain tampaknya masih menahan harga, namun tekanan pasar kemungkinan akan memaksa mereka untuk ikut melakukan penyesuaian.
Pax insight
Meskipun para pakar masih memperdebatkan apakah TurboQuant benar-benar akan menyelesaikan masalah rantai pasok cip memori secara permanen, momen "kepanikan" industri ini menciptakan jendela peluang yang sangat baik bagi perakit PC untuk segera mengamankan kit DDR5 idaman mereka.



