Pasti kalian sempat khawatir kan kalau ada kabar tentang masalah keamanan besar di layanan yang kita pakai sehari-hari? Baru-baru ini, Google secara resmi membantah serangkaian laporan yang mengklaim bahwa Gmail sedang mengalami masalah keamanan yang "besar", klaim bahwa berita tersebut "sepenuhnya salah" dan "perlindungan Gmail kuat serta efektif".
Tapi menariknya, meski membantah berita soal keamanan platform mereka, Google tidak merinci klaim yang salah tersebut. Namun, seperti yang dicatat Forbes, Google tampaknya merujuk pada beberapa laporan yang menyatakan bahwa perusahaan mengeluarkan "peringatan darurat" kepada semua dari 2,5 miliar penggunanya. Peringatan itu diklaim sebagai respons terhadap serangan phishing yang menargetkan instance Salesforce yang digunakan oleh perusahaan, seperti lapor engadget (2/9).
Padahal, insiden itu pertama kali dilaporkan oleh Google pada awal Juni. Pihaknya juga mengatakan dalam pembaruan 8 Agustus bahwa mereka sudah selesai memberi tahu semua orang yang terdampak. Tidak jelas mengapa laporan tersebut muncul kembali sekarang atau bagaimana bisa disalahartikan menjadi peringatan yang memengaruhi semua pengguna Gmail.
Namun, Google kini berusaha meluruskan kabar tersebut. "Meskipun memang selalu ada phisher yang mencari cara untuk menyusup ke kotak masuk, perlindungan kami terus memblokir lebih dari 99,9% upaya phishing dan malware agar tidak sampai ke pengguna," kata perusahaan itu. Google juga menekankan bahwa "sangat penting agar percakapan di ruang ini akurat dan faktual".
Selain itu, Google juga mendorong semua pengguna untuk menyiapkan "alternatif kata sandi yang aman," seperti passkey, untuk perlindungan maksimal.



