Gawai
Senin, 16 Februari 2026 18:09 WIB

Gandeng TÜV Rheinland, realme kenalkan LumaColor IMAGE

realme kembangkan teknologi LumaColor IMAGE bersama TÜV Rheinland. Akankah jadi saingan Xiaomi bersama Leica?

realme resmi mengumumkan debut global teknologi pengolahan gambar buatan mereka sendiri, LumaColor IMAGE. Teknologi ini akan disematkan perdana pada perangkat realme 16 Series 5G yang akan segera meluncur.

Terlambat hadir di pasaran

Pengumuman teknologi ini sangat terlambat dibandingkan dengan pesaingnya. Mereka mengatakan bahwa kualitas gambar tidak hanya ditentukan oleh hardware, tetapi juga investasi besar pada tuning software. Tujuannya adalah menghadirkan foto portrait yang lebih autentik, emosional, dan memiliki kedalaman atmosfer.

Salin kerjasama dengan perusahaan yang tak biasa

Untuk menjamin kualitas, realme menggandeng TÜV Rheinland. Mereka mendirikan LumaColor IMAGE LAB, yang berfungsi mereplikasi kondisi pencahayaan nyata sehari-hari untuk menguji konsistensi warna dan cahaya secara ilmiah.

Berbeda dengan metode tradisional yang memisahkan pemrosesan cahaya dan warna, LumaColor IMAGE memadukan keduanya untuk hasil yang lebih hidup:

  • Skin Tones: Mengusung konsep "seribu wajah, seribu warna kulit" melalui optimisasi multidimensi agar warna kulit terlihat natural.
  • Depth & Texture: Menggunakan optical depth-of-field fusion blur dan rekonstruksi cahaya-bayangan untuk memberikan efek kedalaman (bokeh) yang realistis dan artistik.

Pax insight

Dengan kehadiran teknologi ini, setidaknya realme 16 Series 5G dapat bersaing dengan berbagai vendor lain, seperti Xiaomi yang menggandeng Leica, OPPO yang menggandeng Hasselblad, vivo dengan Zeiss, dan lainnya.

Namun yang membingungkan, mengapa mereka tidak menggandeng Ricoh untuk mengembangkan teknologi ini, seperti Xiaomi dengan Leica. Mungkin mereka akan menjawabnya saat mereka siap.