Gawai
Senin, 10 November 2025 08:04 WIB

Fitur satelit di iPhone bakal dapat upgrade, bisa kirim gambar dan navigasi Apple Maps lebih baik

Apple dikabarkan akan upgrade fitur satelit iPhone, memungkinkan kirim foto, dukungan 5G NTN, navigasi Apple Maps, dan koneksi satelit tanpa perlu diarahkan ke langit.

Fitur satelit di iPhone yang sebelumnya hanya terbatas pada panggilan darurat (Emergency SOS) dan pengiriman pesan (Messages via Satellite) dikabarkan akan segera mendapatkan upgrade besar-besaran. Fitur ini terbukti telah menyelamatkan beberapa orang sebelumnya saat sinyal telekomunikasi normal tidak berfungsi di saat genting.

Dilansir dari laman Engadget (10/11), Apple punya rencana ambisius untuk memperluas kemampuan konektivitas satelit pada iPhone. Setelah memperkenalkan kemampuan mengirim dan menerima teks melalui satelit pada tahun lalu, Apple kini dilaporkan sedang mengincar upgrade yang lebih advanced untuk layanan tersebut.

Upgrade yang paling mengesankan adalah rencana Apple untuk menambahkan opsi mengirim foto via satelit, sebuah peningkatan signifikan dari kemampuan teks yang ada saat ini. Lebih dari sekadar chatting, Apple juga dikabarkan ingin mengaktifkan dukungan 5G NTN (Non-Terrestrial Network) di iPhone mereka.

Teknologi ini memungkinkan menara seluler mendapatkan dorongan jangkauan dengan memanfaatkan satelit. Ini berarti area yang tadinya blank spot bisa mendapatkan boost sinyal, memastikan konektivitas yang lebih luas dan merata, bahkan di daerah terpencil sekalipun.

Sekain dapat mengirim gambar, fitur satelit ini juga akan merambah ke ranah navigasi. Bagi siapa pun yang membutuhkan petunjuk arah di daerah terpencil yang nggak terjangkau koneksi seluler atau Wi-Fi, Apple dilaporkan berencana memperkenalkan konektivitas satelit ke Apple Maps.

Pengguna akan dapat mengakses peta dan arah navigasi bahkan ketika berada jauh dari peradaban. Kemampuan ini akan sangat membantu para traveler atau backpacker yang sering menjelajahi lokasi off-grid tanpa perlu khawatir nyasar karena hilang sinyal.

Salah satu tantangan terbesar dalam koneksi satelit saat ini adalah pengguna harus mengarahkan iPhone mereka ke langit untuk terhubung. Mark Gurman dari Bloomberg melaporkan bahwa Apple sedang menyelidiki peningkatan "natural usage" di mana pengguna nggak perlu lagi melakukan itu.

Targetnya, iPhone dapat tetap terhubung ke satelit meskipun nggak ada pandangan yang jelas ke langit, seperti saat berada di dalam ruangan (indoor environments). Peningkatan ini akan membuat penggunaan fitur satelit terasa lebih seamless, menghilangkan hassle dan menjadikannya benar-benar otomatis.

Di sisi developer, Apple juga dikabarkan sedang mengerjakan API (Application Programming Interface) yang memungkinkan pembuat aplikasi menambahkan dukungan koneksi satelit ke dalam aplikasi mereka. Langkah ini adalah game-changer karena membuka pintu lebar-lebar bagi inovasi pihak ketiga. Dengan adanya API ini, developer dapat menciptakan berbagai use case baru, mulai dari aplikasi pelacakan real-time hingga layanan cloud di lokasi terpencil, memanfaatkan konektivitas satelit yang terintegrasi di iPhone.

Meskipun rumor fitur-fitur satelit baru ini sangat menarik, Gurman nggak memberikan timeline pasti kapan semua fitur ini akan dirilis secara resmi. Namun, patut dicatat bahwa Apple sebelumnya membutuhkan waktu sekitar dua tahun antara memperkenalkan Emergency SOS via Satellite pada tahun 2022 dan fitur Messages via Satellite yang hadir bersamaan dengan rilis iOS 18. Pola rilis yang cenderung berjarak ini menunjukkan bahwa Apple mungkin memerlukan waktu yang cukup lama untuk memastikan keandalan dan integrasi teknologi satelit yang sangat kompleks ini sebelum diluncurkan ke publik.

Pax Insight

Rencana ambisius ini seakan menegaskan komitmen Apple untuk upgrade ekosistem satelit mereka, melampaui fungsi darurat yang terbatas. Dengan memasukkan 5G NTN, enhancement Apple Maps, dan upaya untuk menciptakan koneksi satelit yang natural dan seamless bahkan indoor, Apple bertujuan untuk mendefinisikan ulang makna konektivitas pada smartphone.

Hal ini senada dengan visi jangka panjang Apple untuk menghadirkan layanan ubiquitous di seluruh dunia, menjadikan iPhone sebagai device yang benar-benar andal, terlepas dari lokasi geografis penggunanya. Tapi pertanyaan selanjutnya, apakah fitur ini dapat berfungsi penuh di Indonesia jika benar-benar fitur ini diresmikan?