Upaya DJI untuk menjual produk terbaru mereka ke pasar Amerika Serikat lewat jalur belakang resmi menemui tembok tebal. Badan Regulasi Telekomunikasi Amerika Serikat atau FCC secara agresif mulai menjatuhkan sanksi hukum dan denda finansial kepada delapan perusahaan eksternal yang terindikasi kuat beroperasi sebagai perusahaan cangkang bagi raksasa kamera asal Tiongkok tersebut.
Langkah hukum ini diambil setelah investigasi mendalam membongkar adanya kesamaan arsitektur gawai yang dipasarkan oleh merek-merek independen baru tersebut dengan lini produk DJI yang sedang diblokir.
Amerika coba tahan laju penjualan DJI
Dampak dari pengetatan regulasi keamanan nasional oleh Washington ini terbukti tidak lagi hanya menyasar pada produk pesawat tanpa awak drone melainkan sudah meluas ke ekosistem gawai nirkabel harian. Setiap perangkat elektronik konsumen baru seperti kamera saku penstabil vlogging terancam dilarang masuk ke pasar retail jika terbukti memanfaatkan basis sasis sirkuit atau modul pemancar frekuensi radio radio dari pabrikan yang masuk dalam daftar hitam Covered List. Kebijakan radikal ini memicu kekhawatiran besar di kalangan pembuat konten digital karena berpotensi menghentikan pasokan gawai premium secara permanen.
Apa saja detailnya?
Modus Kloning Spesifikasi dan Bungkamnya Manajemen Vendor
- Kesamaan Komponen yang Terlalu Identik: Pengamat teknologi dari The Verge dan peneliti independen membongkar taktik penyamaran ini setelah menguji langsung perangkat kamera aksi dan drone dari merek XTRA dan Skyrover. Produk XTRA Muse 2 Pro misalnya, mengusung lembar spesifikasi yang sangat kembar dengan produk DJI Osmo Pocket 4P yang baru meluncur global pada April kemarin, mulai dari penggunaan sensor 1 inci, profil warna D-Log, hingga penempatan mekanisme gimbal 3-axis yang dinilai terlalu mustahil jika hanya dianggap sebagai produk tiruan biasa.
- Abaikan Surat Peringatan Resmi: Otoritas FCC menyatakan telah mengirimkan surat permintaan keterangan resmi sejak awal tahun 2026 guna memverifikasi asal-usul kepemilikan frekuensi radio yang tertanam pada perangkat nirkabel mereka. Karena tidak satu pun dari kedelapan perusahaan tersebut memberikan respons atau jawaban tertulis hingga memasuki bulan Juli 2026 ini, FCC langsung menaikkan status penyelidikan ke tahap penjatuhan hukuman denda komersial.
Penghapusan Dokumen Sertifikasi DJI Osmo Pocket 4P dan Nasib Konsumen
- Hilangnya Berkas Izin di Basis Data: Misteri besar mencuat setelah berkas sertifikasi persetujuan frekuensi radio untuk gawai XTRA Muse 2 Pro serta lini kamera DJI Osmo Pocket 4 Pro mendadak lenyap dari sistem pangkalan data publik milik FCC. Penghapusan sepihak ini memicu spekulasi kuat bahwa otoritas Amerika Serikat telah mencabut atau menahan hak edar perangkat tersebut, sehingga menyulitkan proses impor barang secara legal ke gudang-gudang retail.
- Jaminan Fungsi Perangkat Lama: Meskipun masa depan peluncuran produk baru DJI di Amerika Serikat berada di ujung tanduk, konsumen yang saat ini sudah memiliki gawai lama buatan DJI tidak perlu panik. Kebijakan pemblokiran baru ini murni menyasar pada penerbitan izin edar gawai masa depan dan tidak akan mematikan fungsi kerja dari drone atau kamera genggam yang saat ini sudah aktif digunakan oleh masyarakat.
Pax insight
Ketegangan regulasi di pertengahan bulan Juli 2026 ini memperlihatkan keseriusan pemerintah Amerika Serikat dalam menutup seluruh celah hukum perdagangan internasional dari korporasi luar yang masuk daftar hitam. Taktik diversifikasi identitas lewat pendirian perusahaan cangkang di wilayah Delaware kini tidak lagi ampuh meredam kecurigaan badan intelijen dan telekomunikasi. Kondisi geopolitik yang kian memanas ini memaksa para antusias videografi di Amerika Serikat untuk mulai melirik alternatif kamera dari brand kompetitor lain, mengingat jalur distribusi produk masa depan dari DJI diprediksi akan menghadapi hambatan birokrasi yang jauh lebih rumit dan melelahkan.



