Di tengah gelombang PHK industri teknologi global, OpenAI justru mengambil langkah yang bisa dibilang sangat berani. Berdasarkan laporan Financial Times, raksasa AI ini berencana melipatgandakan jumlah stafnya dari 4.500 menjadi 8.000 karyawan pada akhir 2026 untuk memperkuat dominasi di pasar perusahaan dan sektor pemerintahan.
Kenapa OpenAI melakukan hal gila ini?
Langkah ini merupakan respons langsung terhadap tekanan kompetisi dari Anthropic yang semakin diminati oleh pelanggan korporat baru. Strategi OpenAI bergeser dari sekadar penyedia model AI menjadi mitra implementasi langsung, guna memastikan teknologi mereka terintegrasi secara mendalam di operasional bisnis skala besar.
Apa saja yang difokuskan oleh OpenAI dalam ekspansi ini?
Fokus Perekrutan: "Technical Ambassadors"
- Peran Khusus: OpenAI merekrut spesialis untuk posisi Technical Ambassadorship—tim yang akan ditempatkan langsung di perusahaan klien untuk membantu optimalisasi alat AI.
- Departemen Utama: Ekspansi besar-besaran dilakukan di bidang pengembangan produk, teknik, riset, dan tim penjualan.
Memenangkan sektor pemerintahan dan pertahanan
- Kontrak Pentagon: Pada Februari 2026, OpenAI resmi menandatangani kontrak dengan Departemen Pertahanan AS (DoD) untuk penggunaan model AI di jaringan rahasia.
- Keamanan dan Red Lines: Kontrak ini mencakup aturan ketat seperti larangan penggunaan untuk senjata otonom dan pengawasan domestik massal setelah hubungan Anthropic dengan Pentagon dikabarkan mendingin karena masalah kebijakan keamanan.
Aliansi dengan Sektor Swasta
- Kemitraan Brookfield: OpenAI sedang dalam pembicaraan tingkat lanjut dengan perusahaan ekuitas swasta seperti Brookfield Asset Management untuk menyebarkan alat AI mereka ke seluruh portofolio perusahaan di bawah manajemen firma tersebut.
Tantangan pasar
- Data dari startup fintech Ramp menunjukkan pergeseran tren: pembeli layanan AI pertama kali kini 70% lebih cenderung memilih Anthropic dibanding OpenAI. Hal ini memicu "Code Red" internal di OpenAI untuk lebih fokus pada produk inti seperti ChatGPT dan model pengkodean Codex.
Pax insight
Dengan valuasi yang kini menembus USD730 miliar, OpenAI sedang membangun "pasukan" manusia untuk memastikan AI mereka bukan sekadar tren, melainkan infrastruktur dasar di pemerintahan dan bisnis global sebelum potensi IPO pada akhir 2026.



