AI
Rabu, 25 Maret 2026 12:03 WIB

OpenAI tutup layanan AI Sora, fokus ke robotika

Selain karena ingin fokus ke robotika, ternyata alasan OpenAI menutup Sora adalah karena penurunan minat pengguna.

OpenAI resmi mengumumkan penghentian aplikasi generasi video Sora dan layanan API yang terhubung dengan layanan tersebut. Keputusan ini menandai pergeseran drastis strategi perusahaan dari konten kreatif visual menuju riset simulasi dunia fisik untuk mendukung kemajuan di bidang robotika.

Kenapa OpenAI tak lagi dukung Sora?

Penutupan ini berdampak besar pada peta persaingan AI global. OpenAI kehilangan investasi senilai USD1 miliar dari Disney yang membatalkan kesepakatan pasca pengumuman ini. Langkah ini mengonfirmasi bahwa OpenAI kini memprioritaskan pasar enterprise dan fungsi teknis yang lebih menguntungkan seperti pengodean dan analisis data.

Apa yang sebenarnya terjadi?

Penurunan Minat Konsumen

  • Data Appfigures: Meski sempat memuncaki App Store saat debut, Sora mengalami penurunan instalasi dan belanja pengguna secara berturut-turut pada awal 2026.
  • Tren Desember: Di saat aplikasi lain biasanya tumbuh, Sora justru mencatatkan penurunan unduhan sebesar 32% dibandingkan bulan November.

Pergeseran Strategi "Code Red"

  • Pasca peluncuran GPT-5.2 (respons terhadap Gemini 3 Pro milik Google), OpenAI lebih fokus pada sistem yang unggul di domain profesional.
  • Tim riset Sora kini ditugaskan untuk fokus pada "world simulation" guna membantu robot menyelesaikan tugas-tugas fisik di dunia nyata.

Dampak Industri & Finansial

  • Pembatalan Kesepakatan Disney: Mundurnya Disney dari kemitraan ini menjadi kerugian finansial yang signifikan bagi OpenAI di sektor hiburan.
  • Ketidakpastian API: OpenAI belum merinci tanggal pasti kapan layanan API Sora akan benar-benar tidak tersedia bagi pengembang yang sudah mengintegrasikannya.

"Kami telah memutuskan untuk menghentikan Sora di aplikasi konsumen dan API. Seiring dengan meningkatnya fokus dan permintaan komputasi, tim riset Sora terus berfokus pada penelitian simulasi dunia untuk memajukan robotika yang akan membantu orang memecahkan tugas-tugas fisik di dunia nyata," ujar juru bicara OpenAI seperti dilansir dari laman Engadget.

Pax insight

Era "generasi video instan" dari OpenAI berakhir lebih cepat dari perkiraan. Perusahaan kini bertaruh pada masa depan robotika dan AI fungsional untuk mencapai profitabilitas, meninggalkan pasar kreatif yang dinilai kurang stabil secara retensi pengguna.