AI
Jumat, 3 Juli 2026 09:05 WIB

Meta bakal masuk bisnis cloud, siap bersaing dengan AWS dkk

Meta dilaporkan sedang mengembangkan bisnis cloud melalui Meta Compute untuk menawarkan akses model AI dan sewa komputasi data center.

Meta, menurut laporan Bloomberg, disebut akan meluncurkan bisnis cloud sendiri untuk memanfaatkan investasi infrastruktur yang telah dilakukannya untuk melatih dan menjalankan model AI. 

Langkah ini menempatkan Meta dalam persaingan langsung dengan perusahaan lain seperti Amazon dan Google yang sudah menawarkan layanan serupa. Inisiatif bisnis cloud ini disebut akan dikembangkan dari Meta Compute, data center dan AI yang baru dibuat Meta.

Kenapa ini penting? 

Selama ini, Meta dikenal menghasilkan uang dari bisnis iklan online yang terbilang luas. Untuk itu, inisiatif untuk memasuki bisnis cloud merupakan langkah strategsi yang berpotensi membuka aliran pendapatan baru. 

Terlebih, Meta memang sudah memiliki fondasi yang kuat untuk mulai memasuki bisnis cloud. Dimulai dari komitmen investasi di Amerika Serikat senilai USD 600 miliar hingga 2028. 

Selain itu, perusahaan juga sudah mengembangkan inisiatif data center Meta Computer yang dibentuk pada Januari 2026. Lalu, perusahaan yang dipimpin Mark Zuckeberg itu juga memiliki tim AI yang siap mendukung. 

Layanan cloud dari Meta

Menurut laporan, bisnis cloud Meta bisa menawarkan beberapa layanan bagi pelanggan di antarannya: 

  • Akses model AI: Menjual akses ke model AI yang dijalankan di infrastruktur Meta, sehingga memungkinkan perusahaan lain menggunakan kecerdasan buatan Meta tanpa harus membangun infrastruktur sendiri.
  • Sewa komputasi data center: Menyewakan kemampuan komputasi data center Meta ke perusahaan lain yang ingin melatih AI, mirip dengan model AWS (Amazon Web Services). 

Tak hanya itu, yang membedakan Meta dari para pesaing adalah skala data sosial yang dimilikinya, menghasilakan model AI yang terlihat pada miliaran interaksi pengguna. 

Pax insight

Langkah Meta ke bisnis cloud adalah salah satu langkah strategis yang memang wajar untuk dipertimbangkan perusahaan. Sebab, perusahaan telah berinvestasi besar untuk pengembangan infrastruktur data center yang terbilang masif. 

Kendati demikian, Meta tetap harus menghadapi tantangan dari para pemain lain. Masuk ke pasar cloud yang sudah didominasi AWS, Google Cloud, dan Microsoft Azure, harus diakui bukan hal yang mudah. 

Meta perlu membuktikan kalau infrastruktur mereka tidak hanya besar, tapi juga andal, aman, dan memiliki ekosistem yang memadai untuk melayani kebutuhan enterprise.