Dalam gelaran Lenovo Tech Day 2026 di Jakarta, Lenovo menegaskan kalau kecerdasan buatan atau AI kini bukan lagi sekadar teknologi pendukung, melainkan jadi penggerak utama tranformasi organisasi di berbagai sektor.
Menurut President Director Lenovo Indonesia Budi Janto, AI dapat membantu organisasi bekerja lebih cepat, mengambil keputusan lebih baik, hingga menghasilkan dampak bisnis yang lebih besar.
Budi menuturkan, AI sebaiknya tidak lagi dipandang sebagai alat untuk menghasilkan perbaikan secara bertahap, melainkan teknologi yang mampu melipatgandakan hasil yang dicapai organisasi.
Pada gelaran itu, Lenovo juga memperkenalkan solusi yang ditawarkan untuk bidang manufaktur dan pendidikan. Terlebih, saat ini sektor manufaktur tengah bergerak dari industri 4.0 menuju industri 5.0.
Smart Manufacturing
Solutions Consultant Lenovo Indonesia Azis Wonosari menuturkan, industri 5.0 membawa pendekatan yang berbeda dari industri 5.0. Jika industri 4.0 berfokus pada otomatisasi, industri 5.0 menempatkan manusia sebagai pusat dari seluruh ekosistem industri.
Dalam konsep ini, AI memang berperan sebagai otak yang membantu pengambil keputusan, tapi tetap membutuhkan manusia melakukan pengawasan, validasi, serta pengendalian proses. Karenanya, kolaborasi antara manusia, mesin, dan AI jadi fondasi utama.
Lenovo mengidentifikasi tiga tujuan utama dari transformasi tersebut, yaitu meningkatkan keberlanjutan melalui penggunaan energi lebih efisien, menghadirkan sistem produksi lebih fleksibel, dan mudah beradaptasi pada perubahan kebutuhan pasar.
Azis menuturkan, dalam perjalanan transformasi menjadi Smart Manufacturing, ada empat tujuan utama yang ingin dicapai melalui pemanfaatan AI dan teknologi digital yaitu:
- Smart Decision: Membantu perusahaan mengambil keputusan yang lebih cepat dan lebih akurat berdasarkan data serta analitik berbasis AI.
- Excellent Quality: Meningkatkan kualitas produk secara konsisten melalui pengawasan dan otomatisasi yang lebih cerdas.
- Precise Delivery: Meningkatkan ketepatan pengiriman produk sehingga proses distribusi menjadi lebih efisien.
- Customization: Memungkinkan proses produksi yang lebih fleksibel dan mudah disesuaikan dengan kebutuhan pelanggan.
"Berdasarkan hasil riset Lenovo CIO Playbook 2026 menunjukkan bahwa sekitar 93 persen pelaku industri manufaktur percaya bahwa investasi AI akan memberikan keuntungan bisnis yang signifikan," tutur Azis.
Lebih lanjut ia mengatakan, Smart Manufacturing Lenovo memiliki sekitar 18 fitur utama yang dibangun di atas fondasi teknologi yang kuat di antaranya:
- Konektivitas antara perangkat, sensor, dan mesin produksi.
- Edge computing untuk memperoleh data secara real-time.
- Infrastruktur cloud maupun on-premise.
- Jaringan komunikasi yang andal.
Pemanfaatan Robotik, Computer Vision, dan Smart Warehouse

Lebih lanjut Azis menuturkan, beberapa contoh implementasi teknologi yang digunakan Lenovo lingkungan manufaktur modern. Salah satunya adalah pemakaian robot untuk inspeksi produk.
Lenovo menggunakan robot dan teknologi computer vision untuk melakukan inspeksi kualitas produk secara otomatis.
Sebagai contoh, sistem dapat memanfaatkan kamera 3D untuk memeriksa apakah suatu produk telah dilengkapi komponen tertentu, seperti charger, tanpa perlu pemeriksaan manual oleh manusia.
Selain itu, Lenovo juga menghadirkan Automated Storage System. Teknologi ini mampu menentukan lokasi penyimpanan barang secara otomatis, mengatur urutan penyimpanan berdasarkan kebutuhan distribusi, hingga mempercepat proses pencarian produk di gudang.
Transformasi Pendidikan lewat AI

Selain manufaktur, Lenovo Tech Day juga menyoroti peran AI dalam mendorong transformasi sektor pendidikan. Client Solution Architect Lenovo Indonesia Imam Munajat menuturkan, kebutuhan teknologi pendidikan berbeda-beda di setiap jenjang.
Kendati demikian, institusi pendidikan menghadapi tantangan yang sama, yaitu bagaimana mengelola data pembelajaran secara lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, Lenovo mengusung tiga pendekatan utama yaitu:
- Modernisasi sistem dan proses kerja agar aktivitas pembelajaran dan administrasi dapat berjalan lebih cepat, sederhana, dan efisien.
- Penguatan keamanan serta tata kelola data untuk melindungi informasi dari ancaman kebocoran maupun penyalahgunaan.
- Membangun fondasi teknologi yang dapat berkembang sesuai kebutuhan di masa depan.
Dalam hal ini, Lenovo menyediakan solusi end-to-end yang membantu institusi pendidikan menjalankan transformasi digital secara menyeluruh, mulai dari modernisasi pembelajaran hingga penyediaan infrastruktur yang mendukung inovasi jangka panjang.
Salah satunya adalah solusi pemakaian AI berbasis edge computing dan kamera untuk membantu memantau kondisi lingkungan sekolah.
Dengan cara ini, sistem dapat mengidentifikasi pola perilaku tertentu yang memerlukan perhatian khusus, sehingga sekolah dapat mengambil tindakan lebih cepat dan tepat.
Pax Insight
Lenovo Tech Day 2026 menggambarkan pergeseran pendekatan yang menarik dalam industri teknologi yakni dari menjual perangkat keras menjadi menjual transformasi.
Salah satu yang menarik adalah konsep Industri 5.0 yang tetap menempatkan manusia sebagai pusat. Hal ini menekankan kalau peran manusia tetap penting di era AI, karena ia bertugas untuk mengawasi, memvalidasi, hingga mengendailkan teknologi.
Dengan kata lain, posisi manusia dalam industri tidak tergeser oleh teknologi, melainkan menjadi bagian dalam perubahan yang dilakukan.



