AI
Minggu, 14 Desember 2025 12:33 WIB

Karakter Disney resmi masuk ke Sora AI, pengguna dapat ciptakan AI dari waralaba tersebut

Disney menjalin kesepakatan lisensi 3 tahun dengan OpenAI, membawa 200+ karakter populer (Star Wars, Pixar) ke Sora dan ChatGPT untuk image dan video generation mulai 2026. Kesepakatan senilai $1 miliar ini memicu kekhawatiran dari Writers Guild of America (WGA), meskipun SAG-AFTRA bersikap lebih hati-hati.

Sepertinya Disney gak buang-buang waktu untuk menepati janji CEO Bob Iger untuk membawa konten Disney agar dapat digunakan di Sora. Perusahaan ini baru saja mengumumkan dimulainya kesepakatan lisensi tiga tahun dengan OpenAI, yang diaman kesepakatan ini membawa lebih dari 200 karakter kesayangan penggemar, termasuk dari franchise gede seperti Star Wars dan Pixar, ke aplikasi Sora dan ChatGPT.

Mulai awal 2026, user OpenAI bisa prompt ChatGPT untuk menghasilkan gambar yang memanfaatkan intellectual property (IP) Disney, lengkap dengan kostum, properti, kendaraan, dan environment.

Namun, kesepakatan ini sudah diatur dengan batasan yang jelas. kesepakatan ini tidak mencakup suara atau "talent likenesses." Artinya, user Sora gak akan bisa prompt aplikasi untuk membuat video dengan Black Widow dan menghasilkan output yang mirip Scarlett Johansson.

Sebaliknya, Sora dan ChatGPT hanya akan memiliki akses ke versi animasi dan ilustrasi karakter Marvel dan Star Wars seperti Black Panther, Captain America, Han Solo, Darth Vader, dan lainnya.

Strategic Investment: Disney Janji Inject USD1 Miliar ke OpenAI

Selain ngasih lisensi IP, Disney juga setuju untuk menjadi pelanggan OpenAI, menjanjikan penggunaan API perusahaan untuk membangun produk, tool, dan pengalaman baru. Lebih gokilnya, Disney akan berinvestasi sebesar USD1 miliar di OpenAI, dengan opsi untuk membeli ekuitas tambahan di masa depan. Perjanjian ini mempertemukan dua pihak yang sebelumnya berada di sisi yang berlawanan dalam perdebatan hak cipta, menunjukkan bagaimana profit-seeking corporation dapat mengesampingkan perbedaan.

Reaksi dari industri entertainment terkait kesepakatan ini pun campur aduk. The Writers Guild of America (WGA), yang mewakili penulis film, televisi, dan media lainnya, menyatakan ketidakpuasan mereka secara terbuka.

Dilansir dari laman Engadget (14/12), WGA menganggap deal Disney dengan OpenAI "tampaknya menyetujui pencurian karya kami dan menyerahkan nilai dari apa yang kami ciptakan kepada perusahaan tech yang membangun bisnisnya di atas punggung kami." Mereka berjanji akan bertemu dengan Disney untuk menyelidiki ketentuan deal ini.

Di sisi lain, SAG-AFTRA, serikat aktor layar, gak bereaksi sekeras WGA. Mereka mengumumkan bahwa baik Disney maupun OpenAI telah menghubungi serikat tersebut dan memberikan "jaminan mereka bahwa mereka akan memenuhi kewajiban kontraktual dan hukum mereka kepada para performer".

Serikat tersebut mencatat bahwa mereka akan "memantau kesepakatan dan implementasinya secara ketat" untuk memastikan kepatuhan terhadap kontrak dan undang-undang yang melindungi gambar, suara, dan rupa.

Win-Win dari Sudut Pandang Altman: Inovasi yang Responsible

CEO OpenAI, Sam Altman, melihat kesepakatan ini sebagai kemenangan bersama. Ia menyatakan bahwa Disney adalah "standar emas global untuk penceritaan", dan dia senang bermitra untuk memungkinkan Sora dan ChatGPT Images memperluas cara orang membuat dan menikmati konten hebat. Altman juga menekankan bahwa perjanjian ini menunjukkan bagaimana perusahaan AI dan pemimpin kreatif dapat bekerja sama secara bertanggung jawab untuk mempromosikan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat.

Sebagai bagian dari deal, Disney juga akan menayangkan "kurasi pilihan" video buatan fan yang dihasilkan oleh Sora di Disney+. Ini bikin konten fan-generated yang memanfaatkan IP Disney bisa banget dilihat oleh audiens yang sangat luas. Ini adalah langkah bold Disney dalam merangkul konten yang dibuat oleh user dan mengubahnya menjadi bagian dari platform streaming resmi mereka.