Kreator legendaris di balik waralaba Death Stranding dan Metal Gear Solid, Hideo Kojima, secara resmi menyampaikan pandangan akhir yang tegas mengenai pemanfaatan teknologi Generative AI atau GenAI dalam proses kreatif pembuatan sebuah karya seni. Dalam sebuah wawancara eksklusif bersama media The Washington Post, Kojima menyatakan secara terbuka bahwa dirinya sama sekali tidak tertarik untuk mengeksplorasi kecerdasan buatan sebagai bagian dari proses artistik visual di dalam proyek gim masa depan garapan studio Kojima Productions.
Apa kata Hideo Kojima terkait GenAI di gim?
Lanskap industri video gim global saat ini tengah gencar memperdebatkan posisi efisiensi GenAI dalam memotong biaya produksi aset visual dan audio. Banyak studio mulai dipaksa untuk menyertakan label keterbukaan informasi penggunaan AI GenAI disclosure di toko digital Steam, seperti yang terjadi pada beberapa judul gim baru, contohnya Tomb Raider: Legacy of Atlantis.
Langkah berani Kojima yang memboikot pemanfaatan AI pada sektor estetika visual menjadi preseden penting yang menegaskan bahwa sentuhan emosional manusia tetap menjadi ruh utama yang tidak bisa digantikan oleh algoritma komputer dalam melahirkan sebuah mahakarya seni sejati.
"Seni adalah kehidupan. Tapi dalam 50 tahun, 100 tahun, saya tidak tahu. Mungkin AI bisa menciptakan seni, tetapi selama saya hidup, saya rasa saya tidak akan melihatnya. Saya tidak tertarik pada hal itu," kata Kojima.
"Kita akan menemukan cara yang baik, jalan yang baik untuk bagaimana kita menggunakan teknologi, dan itu benar-benar tergantung pada kaum muda bagaimana kita menggunakannya."
Apa saja detailnya?
- Seni Merupakan Refleksi Kehidupan Nyata: Hideo Kojima menekankan filosofi mendalam bahwa sebuah karya seni sejati lahir dari esensi denyut kehidupan manusia itu sendiri. Meskipun ia tidak menutup mata bahwa dalam kurun waktu 50 hingga 100 tahun ke depan kecerdasan buatan mungkin saja mampu menciptakan sebuah karya seni namun ia memastikan hal tersebut tidak akan terjadi selama dirinya masih hidup serta menyerahkan keputusan pemanfaatan teknologi masa depan ini di tangan generasi muda.
- Fokus Pemanfaatan AI pada Sistem Kontrol: Di balik penolakannya terhadap aspek kosmetik visual Kojima mengonfirmasi bahwa dirinya justru sangat tertarik untuk mengimplementasikan teknologi kecerdasan buatan pada sektor sistem kontrol control systems mekanis di dalam gim.
- Optimalisasi Perilaku Karakter Karakter Non-Player: Pihak pengembang menilai teknologi AI akan sangat berguna untuk mendongkrak tingkat keterlibatan emosional pada karakter NPC maupun musuh di dalam permainan. Sistem kecerdasan buatan dapat diarahkan secara cerdas untuk membaca pengalaman harian tindakan taktis serta pola kebiasaan dari para pemain. Melalui respons dinamis tersebut musuh dapat mengubah strategi perilaku mereka secara mandiri untuk menciptakan pengalaman bermain gim yang jauh lebih dalam menantang serta tidak monoton.
- Komparasi Efek Dinamis Alien Isolation: Konsep kecerdasan buatan yang diadopsi untuk sistem kontrol perilaku musuh ini sebenarnya bukanlah barang baru di industri gim. Salah satu acuan referensi terpopuler yang sukses menerapkan formula ini adalah karakter monster Xenomorph dalam gim Alien: Isolation di mana makhluk tersebut mampu melacak tempat persembahan favorit pemain sehingga memaksa pengguna untuk terus memutar otak mengubah strategi bertahan hidup mereka secara berkala.
Pax insight
Sikap konsisten Kojima membuktikan adanya garis batas yang jelas antara pemanfaatan teknologi untuk efisiensi mekanis dengan kesucian proses penciptaan estetika seni visual. Pendekatan studio Kojima Productions yang mengunci pemanfaatan GenAI hanya untuk kebutuhan di balik layar kompartemen sistem diperkirakan akan menjadi kiblat baru yang paling ideal dan aman bagi para pengembang gim global lainnya agar tetap dapat berinovasi tanpa harus kehilangan kepercayaan dan respek dari komunitas pemain dunia.



