OpenAI mungkin mengklaim GPT-5.2 sebagai model paling canggih untuk pekerjaan profesional. Tapi, dalam sebuah laporan dari hasil investigasi The Guardian yang dikutip oleh redaski Pax.id (26/1) melaporkan temuan cacat kredibilitas serius. Mereka kedapatan mengutip Grokipedia sebagai sumber rujukan.
Kenapa ini penting?
Grokipedia memiliki rekam jejak bermasalah. Riset sebelumnya menunjukkan ensiklopedia milik Elon Musk ini kerap mengutip sumber dipertanyakan, termasuk tautan ke forum neo-Nazi. Mengandalkan sumber semacam ini mencederai klaim OpenAI tentang reliabilitas GPT-5.2 untuk tugas korporat.
Apa yang terjadi?
Dalam pengujian, ChatGPT menggunakan Grokipedia sebagai sumber fakta untuk topik kontroversial spesifik, antara lain:
- Klaim keterkaitan pemerintah Iran dengan perusahaan telekomunikasi MTN-Irancell.
- Pertanyaan terkait Richard Evans, sejarawan Inggris yang menjadi saksi ahli dalam pengadilan kasus penyangkalan Holocaust oleh David Irving.
Yang lebih menariknya lagi, hasil dari jawaban ChatGPT disebut tidak konsisten. Berikut contohnya :
- ChatGPT mengutip Grokipedia untuk isu Holocaust dan Iran.
- Namun, model ini tidak menggunakan Grokipedia saat diberi prompt mengenai bias media terhadap Donald Trump.
Menanggapi laporan ini, OpenAI menyatakan bahwa modelnya mencari "beragam sumber yang tersedia untuk publik," namun bersikeras bahwa mereka menerapkan "filter keamanan untuk mengurangi risiko munculnya tautan yang terkait dengan bahaya tingkat tinggi."
Pax insight
OpenAI diketahui telah merilis GPT-5.2 pada bulan Desember dengan janji kemampuan lebih baik dalam tugas kompleks seperti pembuatan spreadsheet. Namun, integrasi data dari Grokipedia menimbulkan pertanyaan besar mengenai standar kurasi data OpenAI.
Tim Pax.id menyarankan saat menggunakan chatbot apapun, baik ChatGPT, Gemini, Perplexity, dan lainnya sebaiknya melakukan pengecekan ulang agar tidak terjadi bias saat mencari jawaban.



