Pasar kacamata AI (AI glasses) masih menjadi salah satu lahan yang sangat menjanjikan untuk dieksplorasi. Google, dengan kekuatan di platform Android, punya keunggulan tersendiri untuk bersaing di pasar ini.
Meskipun sebelumnya ada laporan yang mengklaim Google tidak berniat meluncurkan produknya, kini muncul pembaruan yang menyatakan bahwa raksasa periklanan ini telah menyelesaikan pengembangan kacamata pintarnya.
Fase riset dan pengembangan kacamata AI Google sudah selesai. Namun, Google belum memutuskan apakah akan membawa produk ini ke pasar atau tidak. Detailnya menyebutkan bahwa Quanta bertanggung jawab atas desain prototipe, sementara HTC menjadi produsen kontrak. HTC dipilih karena pengalamannya memproduksi kacamata AI-nya sendiri, yaitu VIVE Eagle.
Dengan seluruh rantai pasok sudah siap, kini tinggal menunggu lampu hijau dari Google untuk memasuki pasar yang didominasi oleh Meta. Dilansir dari laman Wccftech (2/9), berdasarkan data dari Counterpoint Research, pengiriman kacamata pintar global tumbuh 110% dari tahun ke tahun pada paruh pertama 2025. Momentum pertumbuhan ini didorong oleh model Ray-Ban Meta.
Khusus untuk kacamata AI pintar, perangkat ini menyumbang 78% dari total pengiriman pada paruh pertama 2025, naik dari 46% pada paruh pertama 2024.
Statistik tersebut menyoroti peluang besar bagi pemain lain di pasar ini, di mana Meta saat ini memimpin dengan pangsa pasar 73% pada paruh pertama 2025. Kapan pun Google memutuskan untuk meluncurkan versinya, platform Android XR diharapkan bisa memberikan fleksibilitas dan pengalaman pengguna yang lebih baik.
Hal ini karena kebiasaan pengguna akan tetap sama saat beralih dari smartphone ke perangkat wearable yang dipasang di kepala. Kacamata AI dari Google ini akan menekankan fungsi AI terlebih dahulu dan utilitas.
Google diperkirakan akan meluncurkan kacamata AI-nya di beberapa pasar pilihan pada musim gugur tahun ini. Peluncuran ini akan berada setidaknya satu tahun lebih cepat dari Apple, yang juga dikabarkan akan masuk ke pasar ini. Kacamata ini dibangun di atas platform extended reality Google, Android XR, dan terintegrasi secara mendalam dengan Gemini, asisten AI multimodal-nya.
Beberapa fitur yang direncanakan untuk kacamata AI Google mirip dengan Ray-Ban Meta, seperti memutar musik, mengirim pesan, mendeskripsikan apa yang dilihat kamera, dan terjemahan instan. Namun, Google juga mengeksplorasi fitur yang lebih kompleks, seperti memeriksa kalender, jadwal, atau mengontrol informasi di ponsel. Kacamata ini juga akan memiliki kamera, mikrofon, dan speaker.
Google melihat kacamata ini sebagai bagian dari pergeseran yang lebih luas menuju ambient computing — di mana AI selalu tersedia tetapi tidak mengganggu seperti layar ponsel. Dengan kombinasi kecerdasan Gemini dan integrasi Android XR, Google yakin kacamata ini bisa menjadi alat produktivitas dan gaya hidup yang esensial.



