AI
Selasa, 12 Mei 2026 11:07 WIB

Donald Trump akan bertemu Xi Jinping, bawa Elon Musk dan Tim Cook

Presiden AS Donald Trump dijadwalkan akan bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping, bawa Elon Musk dan Tim Cook.

Presiden Amerika Serikat Donald J Trump dijadwalkan melakukan kunjungan bersejarah ke Tiongkok mulai tanggal 13 hingga 15 Mei 2026 mendatang. Kunjungan ini menarik perhatian dunia karena merupakan pertemuan pertama antara presiden Amerika Serikat dengan sejawatnya Presiden Xi Jinping di daratan Tiongkok dalam hampir satu dekade terakhir.

Dalam rombongan ini presiden akan didampingi oleh sejumlah eksekutif papan atas dari berbagai industri strategis termasuk teknologi dan keuangan. Fokus utama dari pertemuan ini diperkirakan akan berpusat pada masalah perdagangan di bidang teknologi khususnya kecerdasan buatan serta kebijakan tarif yang selama ini menjadi isu sensitif antara kedua negara.

Siapa saja yang ikut dalam rombongan Trump?

Kehadiran tokoh besar seperti Elon Musk dan Tim Cook menunjukkan pentingnya pasar Tiongkok bagi keberlangsungan rantai pasok dan ekspansi bisnis perusahaan teknologi Amerika Serikat. Kesepakatan bisnis yang mungkin ditandatangani selama kunjungan ini berpotensi meredakan ketegangan dagang yang sempat memuncak selama setahun terakhir.

Meskipun hubungan dagang mulai menunjukkan arah yang lebih lunak masing masing negara tetap memiliki batasan yang ketat demi kepentingan nasional. Langkah pendekatan bertahap ini diambil untuk memastikan bahwa setiap kerjasama baru tidak mengorbankan keamanan data maupun keunggulan teknologi di masa depan.

Apa saja detail yang terjadi dalam pertemuan AS dan Tiongkok?

  • Daftar Delegasi: Rombongan eksekutif mencakup Elon Musk dari Tesla dan SpaceX Tim Cook dari Apple serta perwakilan dari Qualcomm Meta Boeing dan lembaga keuangan besar seperti Goldman Sachs dan BlackRock.
  • Absensi Jensen Huang: CEO NVIDIA Jensen Huang dilaporkan tidak ikut dalam daftar delegasi resmi ini. Hal tersebut sejalan dengan fokus Gedung Putih yang kali ini lebih mengutamakan sektor pertanian dan penerbangan komersial termasuk pesanan pesawat Boeing.
  • Kebijakan NVIDIA: Perusahaan NVIDIA sendiri telah menerapkan kebijakan yang memprioritaskan Amerika Serikat dan saat ini tidak memiliki pangsa resmi di domain kecerdasan buatan Tiongkok.
  • Penguatan Produksi AS: NVIDIA justru sedang memperkuat investasi domestik dengan menjajaki kerjasama bersama Intel untuk membangun unit pemrosesan grafis Feynman di Amerika Serikat.
  • Topik Diskusi: Selain perdagangan gawai pembicaraan diprediksi akan menyentuh isu tarif ekspor komponen penting serta regulasi penggunaan kecerdasan buatan lintas batas.

Pax insight

Kunjungan ini menandai dimulainya kembali dialog teknologi tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Tiongkok setelah periode perang dagang yang intens. Meskipun tidak semua pemimpin teknologi diundang kehadiran delegasi yang sangat kuat ini menunjukkan ambisi untuk menstabilkan hubungan ekonomi global.

Bagi perusahaan seperti NVIDIA ketidakhadiran dalam kunjungan ini kemungkinan tidak akan memberikan dampak besar mengingat permintaan cip mereka masih sangat tinggi di tengah siklus super kecerdasan buatan. Langkah diplomasi ekonomi ini diharapkan dapat membuka jalan bagi kolaborasi industri yang lebih sehat dan terukur bagi kedua negara di tahun tahun mendatang.