AI
Senin, 19 Januari 2026 08:03 WIB

ChatGPT Translate hadir di web, bisa terjemahkan 50+ bahasa

OpenAI luncurkan ChatGPT Translate. Platform web mandiri yang bisa terjemahkan teks, suara, dan gambar dengan gaya bahasa yang bisa diatur.

OpenAI secara resmi memperkenalkan ChatGPT Translate, platform penerjemah berbasis kecerdasan buatan yang kini hadir melalui halaman web mandiri. Versi khusus ini dibuat untuk menjadi lebih fokus dan efektif dalam menangani tugas alih bahasa, meskipun sebelumnya pengguna sudah dapat menerjemahkan teks melalui ruang obrolan biasa.

Dalam hitungan detik, alat baru ini dapat menerjemahkan teks, suara, dan gambar ke dalam lebih dari 50 bahasa. Fitur deteksi bahasa otomatis adalah keunggulan utamanya, karena memungkinkan pengguna mengunggah teks langsung tanpa harus memilih bahasa sumber secara manual.

Hal yang paling menonjol dari ChatGPT Translate adalah kemampuan untuk menyesuaikan hasil terjemahan sesuai dengan gaya bahasa dan konteks yang diinginkan. Pengguna diberikan kebebasan untuk memilih hasil akhir, mulai dari gaya penulisan akademik hingga nada bicara yang lebih natural, formal untuk kebutuhan bisnis.

Dilansir dari laman Engadget (19/01), OpenAI mengklaim bahwa sistem tersebut dapat memahami idiom, nada bicara, dan konteks kalimat yang rumit. Metode ini membuat hasil terjemahan terasa jauh lebih manusiawi dibandingkan dengan mesin penerjemah konvensional, yang biasanya hanya menerjemahkan satu kata.

Meskipun memiliki keunggulan bahasa, alat ini masih memiliki beberapa masalah teknis jika dibandingkan dengan pesaingnya, seperti Google Translate. Saat ini, penerjemahan melalui unggah gambar masih dalam tahap pengembangan, dan versi desktopnya belum mendukung input suara secara langsung.

Selain itu, ChatGPT Translate saat ini hanya dapat diakses melalui platform web dan tidak memiliki aplikasi seluler. Para pelancong sering berada di daerah dengan sinyal yang tidak stabil karena mereka harus bergantung pada koneksi internet.

Pax Insight 

ChatGPT Translate mungkin menjadi pilihan baru untuk terjemahan yang lebih kontekstual dan fleksibel. Jika ke depannya tersedia versi aplikasi ringan dan bisa dipakai offline, alat ini berpotensi jadi andalan baru di tengah kebutuhan komunikasi global yang makin dekat dengan keseharian Gen Z.