AI
Kamis, 30 April 2026 14:01 WIB

AMD dan Intel lakukan kerja sama untuk kembangkan industri AI

AMD dan Intel ajukan AI Compute Extensions, lakukan kerja sama untuk kembangkan industri AI.

Intel dan AMD seudah menjadi saingan selama beberapa dekade terakhir. Mereka terus bersaing dengan menghadirkan produk terbaik di pasaran, berlomba-lomba untuk mendapatkan pangsa pasar terbesar untuk mendapatkan keuntungan yang tak kalah besarnya juga.

Tapi, bagaiamana jika kedua perusahaan tersebut bekerja sama? Inilah yang baru terjadi, setelah keduanya resmi menerbitkan dokumen teknis mengenai AI Compute Extensions atau ACE. Inovasi ini merupakan bagian dari strategi besar kelompok penasihat ekosistem x86 untuk memperkuat dan menstandardisasi fitur lintas arsitektur komputasi.

Tujuan utama dari ekstensi ini adalah menghadirkan lonjakan performa perkalian matriks yang jauh lebih cepat. Kolaborasi bersejarah antara dua raksasa teknologi ini diharapkan mampu menjaga relevansi dan daya saing arsitektur x86 di tengah ledakan era kecerdasan buatan.

Kerja sama untuk mengembangkan AI

Operasi matriks merupakan fondasi utama dalam menjalankan jaringan saraf tiruan dan model bahasa besar pada beban kerja kecerdasan buatan. Sayangnya metode ekstensi instruksi tunggal data ganda konvensional yang ada saat ini dinilai memiliki keterbatasan dalam hal skalabilitas dan kepadatan komputasi.

Kehadiran ACE menyelesaikan hambatan tersebut dengan menawarkan efisiensi energi dan fleksibilitas yang sangat tinggi. Hal ini secara langsung akan mengurangi kerumitan bagi para pengembang perangkat lunak karena mereka tidak perlu lagi memindahkan beban komputasi kecerdasan buatan ke perangkat keras khusus yang terpisah.

Apa saja detailnya?

Sebagai standar baru akselerasi matriks untuk arsitektur x86 teknologi ini terintegrasi secara mulus dengan set instruksi AVX10 yang sudah ada. ACE memperkenalkan operasi produk luar yang diklaim mampu memberikan keuntungan kepadatan komputasi hingga 16 kali lipat dibandingkan operasi akumulasi perkalian AVX10 pada umumnya.

Ekstensi komputasi pintar ini mendukung secara bawaan berbagai format data kecerdasan buatan paling populer saat ini termasuk format INT8 OCP FP8 dan BF16. Integrasi perangkat lunaknya juga sedang berlangsung dan akan mencakup pustaka komputasi berkinerja tinggi serta kerangka kerja populer seperti PyTorch dan TensorFlow.

Pax insight

Penerapan standar matriks terpadu ini menandai langkah krusial dalam peta jalan masa depan arsitektur prosesor x86. Kesepakatan dua perusahaan besar ini membuktikan bahwa adaptasi bersama adalah kunci utama untuk bertahan di tengah pesatnya perkembangan teknologi komputasi tingkat tinggi.

Aliansi strategis ini memang sangat dibutuhkan agar ekosistem x86 tetap hidup dan relevan di pasaran layaknya yang pernah diungkapkan oleh eksekutif puncak NVIDIA. Kini para pengguna dan pengembang dapat bernapas lega karena masa depan platform komputasi paling populer di dunia ini berada di jalur inovasi yang sangat menjanjikan.