Amazon Web Services Microsoft dan NVIDIA secara resmi bergabung ke dalam daftar perusahaan teknologi raksasa yang memberikan akses perangkat kecerdasan buatan mereka kepada Departemen Pertahanan Amerika Serikat. Bersama dengan Reflection AI keempat perusahaan ini telah menandatangani kesepakatan untuk penggunaan operasional militer pada jaringan rahasia negara.
Langkah strategis ini menambah panjang daftar penyedia teknologi yang bekerja sama dengan pihak militer. Sebelumnya perusahaan besar lain seperti xAI OpenAI dan Google juga telah menandatangani kesepakatan serupa dengan pihak Pentagon.
Makin banyak perusahaan AI yang dukung Pentagon
Adopsi teknologi kecerdasan buatan yang sangat cepat oleh Departemen Pertahanan ini memicu kekhawatiran besar di kalangan warga negara Amerika Serikat. Banyak pihak merasa cemas dengan tingginya minat perusahaan teknologi dalam menjual produk inovatif mereka kepada pemerintahan Trump untuk keperluan militer.
Kekhawatiran tersebut berujung pada penolakan publik yang cukup nyata di pasaran digital. Berdasarkan data dari perusahaan intelijen pasar Sensor Tower tingkat penghapusan aplikasi ChatGPT melonjak drastis hingga 413 persen secara tahunan pada bulan Februari tepat setelah OpenAI meresmikan kesepakatan mereka dengan Pentagon.
Apa yang terjadi?
Di tengah masifnya dukungan dari raksasa teknologi lain Anthropic kini menjadi satu satunya penyedia kecerdasan buatan besar di Amerika Serikat yang menolak bekerja sama dengan pihak Pentagon. Perusahaan ini bersikeras mempertahankan perlindungan keamanan guna mencegah teknologi mereka digunakan untuk pengawasan massal warga sipil maupun peluncuran senjata otonom.
Penolakan ini memicu reaksi keras dari Menteri Pertahanan Pete Hegseth yang mengancam akan melabeli Anthropic sebagai risiko rantai pasokan keamanan nasional. Buntut dari ketegangan ini Presiden Trump secara tegas memerintahkan seluruh lembaga federal untuk berhenti menggunakan produk Anthropic dalam tenggat waktu enam bulan yang kini berujung pada pertempuran sengit di meja hijau.
Pax insight
Pihak Pentagon menegaskan bahwa berbagai kesepakatan dengan raksasa teknologi ini bertujuan mempercepat transformasi militer Amerika Serikat untuk menjadi kekuatan tempur berbasis kecerdasan buatan. Pemerintah tampak sangat serius dalam mengintegrasikan sistem komputasi canggih ini ke dalam strategi pertahanan utama mereka.
Meskipun demikian penolakan keras dari publik dan perlawanan hukum dari perusahaan seperti Anthropic menunjukkan bahwa implementasi kecerdasan buatan di sektor militer masih menjadi isu yang sangat kontroversial. Dinamika antara kebutuhan keamanan nasional dan etika teknologi dipastikan akan terus menjadi perdebatan hangat di masa mendatang.



