Sains
Kamis, 18 September 2025 10:24 WIB

Samsung SFT 2025, inovasi anak muda untuk masa depan bangsa

Samsung SFT 2025 masuki babak semifinal. Program ini berdayakan inovator muda dengan mengaplikasikan STEM & empati untuk ciptakan solusi relevan.

​Di tengah era digital yang serba cepat, peran generasi muda sebagai penggerak inovasi menjadi semakin krusial. Samsung memahami hal ini dan kembali mengukuhkan komitmennya terhadap dunia pendidikan melalui Samsung Solve for Tomorrow (SFT) 2025. Kini, memasuki babak semifinal, program ini tidak hanya menjadi kompetisi, melainkan sebuah perjalanan transformatif yang memberdayakan inovator muda untuk menjadi warga global. Dengan mengidentifikasi tantangan di komunitas sekitar mereka dan mengaplikasikan STEM untuk mengembangkan solusi kreatif, para peserta memperoleh keterampilan dan kepercayaan diri untuk mendorong perubahan yang berarti.

Sebanyak 80 tim berhasil lolos ke babak semifinal, terbagi dalam dua tema global. Sebanyak 45 tim mengangkat tema Teknologi untuk Keberlanjutan Lingkungan, sementara 35 tim lainnya fokus pada tema Teknologi untuk Perubahan Sosial melalui Olahraga. Khusus untuk tema Sport & Tech, Samsung berkolaborasi dengan Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk mengatasi tantangan sosial melalui pendidikan dan inovasi, guna menginspirasi generasi muda.

​Komitmen Samsung dalam mendukung anak muda Indonesia untuk mengasah keterampilan digital, berinovasi, dan menjawab tantangan nyata semakin penting. Dengan 212 juta pengguna internet, 167 juta pengguna media sosial, dan 353 juta sambungan seluler aktif, penguasaan teknologi seperti AI menjadi urgensi bagi generasi muda sebagai penggerak inovasi masa depan. "Kami berharap para semifinalis dapat terus mengasah kreativitas, menjaga semangat kolaborasi, dan menghadirkan solusi yang tidak hanya relevan bagi masyarakat Indonesia, tetapi juga mampu bersinar di panggung global," ujar Bagus Erlangga, Head of Corporate Marketing Samsung Electronics Indonesia.

​Semangat humanis dan empati tercermin dari para semifinalis SFT 2025. Salah satunya adalah tim dari SMAN 5 Surabaya yang mengembangkan AICTFIVE, sebuah platform yang menggabungkan olahraga interaktif dengan permainan edukatif. Platform ini dirancang untuk membantu anak-anak penyandang disabilitas, khususnya cerebral palsy, mendapatkan terapi yang menyenangkan dan terjangkau. "SFT 2025 mengajarkan bahwa inovasi lahir dari empati, kerja sama, dan keberanian mewujudkan ide menjadi solusi nyata bagi orang lain," kata ketua tim, Zelma Nadhifa Hafizana Alasiry.

​Tidak hanya itu, Naufal Akmal Rizqulloh dari tim 4U, IPB University, menghadirkan KAMA Food Analyzer, inovasi untuk membantu masyarakat mengetahui kesegaran makanan dengan mudah dan akurat. Ia belajar bahwa inovasi sejati lahir dari empati, memahami kebutuhan orang, dan merancang solusi yang benar-benar bermanfaat. Timnya juga meyakini bahwa keresahan terhadap persoalan limbah dapat diubah menjadi inovasi berkelanjutan yang memberi manfaat luas.

​Tahun ini, SFT 2025 menjadi lebih istimewa dengan adanya program Global Ambassador, hasil kemitraan Samsung dengan IOC. Sebanyak 10 tim terbaik dari seluruh dunia yang lolos seleksi regional dan global akan mendapat gelar ini. Mereka akan memiliki kesempatan untuk memperkenalkan ide-ide inovatif, bertukar pengalaman, dan memperluas jaringan kolaborasi internasional. Pemenang Global Ambassador juga akan mengikuti rangkaian kegiatan inspiratif bertepatan dengan Olimpiade Musim Dingin 2026.

​Semangat untuk bersaing di kancah global sudah terasa di antara para semifinalis. Gibran Tegar, seorang semifinalis dari Universitas Indonesia, mengungkapkan keyakinannya bahwa dengan kerja keras dan dukungan dari SFT, idenya sangat layak bersaing di kancah global dan menjadi kandidat kuat Global Ambassador. Dengan semangat kolaborasi, empati, dan inovasi, SFT 2025 menjadi panggung bagi generasi muda Indonesia untuk membuktikan bahwa teknologi dapat menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.