Kisah
Rabu, 8 Oktober 2025 14:08 WIB

Ahli kuantum Google raih Nobel Fisika 2025

Chief Scientist Quantum Hardware Google memenangkan Nobel Fisika 2025. Penghargaan ini diberikan atas penemuan terowongan mekanika kuantum makroskopik yang menjadi dasar qubit.

The Royal Swedish Academy of Sciences telah menganugerahkan Hadiah Nobel Fisika kepada Chief Scientist of Quantum Hardware Google. Ia memenangkan penghargaan prestisius tersebut bersama dengan mantan karyawan Google, John Martinis, dan profesor John Clarke dari University of California, Berkeley.

Ini adalah tahun kedua berturut-turut di mana karyawan atau mantan karyawan Google menerima hadiah bergengsi tersebut. Pada tahun 2024, mantan vice president Google menerima Hadiah Nobel Fisika, dan Hadiah Nobel Kimia dibagikan oleh para peneliti dari Google DeepMind.

Hadiah Nobel Fisika tahun ini diberikan sebagai pengakuan atas "penemuan macroscopic quantum mechanical tunnelling dan energy quantization dalam sirkuit listrik". Google menjelaskannya dalam blog, dengan menulis bahwa Devoret, Martinis, dan Clarke telah "menciptakan sirkuit listrik superkonduktor" dengan fitur yang disebut Josephson Junction. Fitur ini "dapat digunakan untuk membuat dan memanipulasi... fenomena kuantum".

Google mengatakan bahwa eksperimen kelompok tersebut dengan Josephson Junctions pada tahun 1984 dan 1985 menjadi penting, tidak hanya untuk bidang fisika, tetapi juga untuk penelitian perusahaan saat ini dalam komputasi kuantum. Pekerjaan tim Quantum AI Google sering kali dijadikan sebagai gambaran sekilas tentang masa depan di mana penemuan ilmiah besar didorong oleh komputer yang sangat efisien. Sebagai contoh, ini terlihat pada chip kuantum Willow yang diumumkan perusahaan tahun lalu.

Google pada akhirnya masih berupaya menciptakan komponen fundamental yang akan menggerakkan komputer kuantum. Josephson Junctions menjadi dasar bagi superconducting quantum bits (qubits) saat ini. Penemuan ini menjadi enabler dari banyak tonggak komputasi kuantum yang dicapai Google dalam beberapa tahun terakhir.

Olle Eriksson, Chair of the Nobel Committee for Physics, mengatakan bahwa "Sungguh luar biasa bisa merayakan cara mekanika kuantum yang berusia seabad terus menawarkan kejutan baru". Ia menambahkan bahwa mekanika kuantum "juga sangat berguna, karena kuantum mekanika adalah fondasi dari semua teknologi digital".